Laporkan Masalah

Peningkatan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Jawa melalui Model Pembelajaran Interaktif pada SMPN 3 Ngaglik Sleman

Supriyono, Dr. Nurul Indarti, Sivilokonom Cand. Merc.

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Peningkatan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Jawa melalui Model Pembelajaran Interaktif di SMPN 3 Ngaglik Sleman. Motivasi merupakan hal yang penting untuk mencapai tujuan. Tanpa memiliki motivasi yang tinggi, maka orang tidak memiliki arah dalam melakukan atau menghindari sesuatu kegiatan. Motivasi merupakan proses untuk mendorong dan mendukung pencapaian tujuan. Motivasi siswa dalam pembelajaran, baik yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik perlu ditingkatkan agar tujuannya bersekolah dapat tercapai. Dalam proses pembelajaran, guru memegang peranan yang sangat penting. Guru merancang agar proses pembelajaran dapat mencapai tujuan sesuai kurikulum. Apabila guru hanya menggunakan model pembelajaran konvensional (ceramah), dikhawatirkan siswa akan menjauhi mata pelajaran tersebut sehingga berdampak pada prestasinya. Salah satu model pembelajaran yang dipandang mampu meningkatkan motivasi ekstrinsik siswa adalah model pembelajaran interaktif. Pembelajaran dirancang agar siswa berperan aktif dengan bertanya, berdiskusi kelompok, berani berpendapat, dan menyenangkan. Pembelajaran menggunakan game dan LCD. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi siswa dengan menggunakan model pembelajaran interaktif pada pembelajaran mata pelajaran Bahasa Jawa serta membuktikan bahwa model pembelajaran interaktif lebih baik dari metode ceramah. Desain penelitian yang digunakan adalah true experiment (eksperimen betulan). True experiment dilakukan dengan memanipulasi secara eksplisit terhadap satu atau lebih variabel independen dan membagi subyek kedalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah siswa kelas VIIA dan VIIC. Kelompok kontrol adalah siswa kelas VIIB dan VIID. Kedua kelompok diberi treatment yang berbeda. Treatment yang digunakan pada penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran interaktif pada kelompok eksperimen dan model konvensional pada kelompok kontrol. Kegiatan pretest dan posttest berupa pengisian angket, dilakukan pada masing-masing kelompok. Selisih hasil posttest dan pretest kelompok eksperimen dibandingkan dengan selisih hasil posttest dan pretest kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan motivasi siswa melalui pembelajaran interaktif tidak terbukti. Pada kelompok eksperimen, dimensi MNP, TPK, SLB termasuk kategori motivasi sedang ( rata-rata 2,334-3,667) Dimensi ED, SB, dan TP termasuk kategori tinggi (rata-rata 3,668- 5,000). Pada kelompok kontrol, dimensi SE, TPK, SLB termasuk kategori sedang. Dimensi SB, MNP, dan TP termasuk kategori tinggi. Penggunaan model pembelajaran interaktif terbukti lebih baik dibandingkan penggunaan model pembelajaran konvensional.

The Enhancement of Students’ Motivation in Learning Javanese Through Interactive Learning Model in SMPN 3 Ngaglik Sleman Motivation is an important aspect in achieving certain goals. Without strong motivation someone has no direction in doing an activity or avoiding the activity. Motivation is a process in supporting the achievement of goals. In learning, student’ motivation should be intrinsically or extrinsically developed to achieve learning goals. In learning process, teachers play important roles. Teachers should design learning process in order to attain curriculum objectives. If the teachers apply conventional methods like lecturing, students will avoid the subject and this will influence their achievement. One of the learning model that will improve extrinsic student’ motivation is known as interactive learning model. Learning should be designed in such a way that students are expected to be active by asking questions, making group discussion, to be brave in giving opinion and entertaining. The aim of the research is to improve students’ motivation by using interactive learning model in Java language learning, and to prove that interactive learning model is better than conventional method. The design of the research is a true experiment which is conducted by manipulating explicitly one or more than one independent variables and by deviding research subjects into experiment group and control group. Experiment group is students of grade VIIA and VIIC. Control group is students of grade VIIB and VIID. Both of the groups are treated in different way. The treatment in this research is the application of interactive learning model for experiment group and conventional model for control group. Pretest and postest activities conducted by completing questionnaires for each group. The difference of the postest and pretest result of experiment group is the compared with the postest and pretest result of the control group. The result of the research showed that the improvement of students’ motivation through interactive learning is not proved. In experiment group, MNP, TPK, SLB, dimensions have medium motivation (the average is 2,334 – 3,667). For ED, SB, TP dimensions have strong or high motivation (the average is 3,668- 5,0). In control group, SE, TPK, SLB dimensions have medium motivation. SB, MNP, TP dimensions have strong or high motivation. The application of the interactive learning model is proved and is better than conventional model.

Kata Kunci : model pembelajaran interaktif, motivasi siswa.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.