Analisis Penentuan Kombinasi Optimal Portofolio sebagai Strategi Optimalisasi Kas pada Direktorat Pengelolaan Kas Negara
Suntari, Dr. Erni Ekawati, MSA, MBA.
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenDirektorat Pengelolaan Kas Negara menyelenggarakan kegiatan Perencanaan Kas Pemerintah untuk memperkirakan penerimaan dan pengeluaran kas dalam rangka realisasi APBN. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut salah satu tema yang sedang dikaji adalah strategi Investasi Kas Jangka Pendek dengan tujuan untuk memperoleh return investasi yang bermanfaat bagi Pendapatan Negara dan meminimalkan biaya pendanaan APBN. Penelitian thesis ini bertujuan untuk menentukan kombinasi optimal antara Rekening Penempatan Pemerintah di Bank Indonesia yang merupakan instrumen investasi kas jangka pendek bebas risiko dengan instrumen investasi berisiko dan portofolio optimal instrumen investasi berisiko. Metoda yang digunakan di dalam penelitian ini mempedomani tahapan implementasi manajemen portofolio pada Chartered Financial Anilyst Institute (CFA Institute), Bodie et.al (2009) yang terdiri dari : tahap perencanaan portofolio, eksekusi atau penentuan portofolio, dan evaluasi atau penilaian kinerja portofolio. Berdasarkan batasan-batasan investasi institusi dan kemungkinan pengembangan investasi kas jangka pendek yang dapat dikaji, dapat ditetapkan tiga bentuk strategi alokasi aktiva investasi.Strategi tersebut adalah strategi: Konservatif Terproteksi,Diversifikasi Moderat, dan Diversifikasi Agresif. Hasil optimasi kombinasi Rekening Penempatan Pemerintah di Bank Indonesia dengan kombinasi Surat Berharga Negara pada tingkat return optimal yang diasumsikan sebesar 9,5%, menghasilkan kombinasi optimal portofolio yang terdiri dari proporsi alokasi aktiva investasi sebesar 56,58% pada Rekening Penempatan Bank Indonesia dan alokasi aktiva investasi pada kombinasi Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 43,42% dengan tingkat deviasi standar 0,0707%.Implementasi strategi alokasi aktiva investasi Diversifikasi Moderat dengan melakukan diversifikasi investasi dalam bentuk penempatan di Bank Umum, diidentifikasi dapat meminimumkan risiko/deviasi standar kombinasi optimal Konservatif Terproteksi hingga pada tingkat 0,0218% dan 0,0253% pada asumsi tingkat return diharapkan yang sama.Berdasarkan hasil simulasi pengembangan investasi melalui implementasi strategi diversifikasi agresif, dengan memasukkan instrumen investasi Pasar Modal berupa saham Bank BUMN didalam portofolio, diketahui dapat dihasilkan diversifikasi yang menurunkan tingkat risiko/deviasi standar kombinasi optimal hingga 0,211% dan 0,0245%, pada tingkat asumsi return optimal yang sama.Kombinasi optimal antara Rekening Penempatan Pemerintah di Bank Indonesia dengan instrumen investasi berisiko dan portofolio optimal instrumen investasi berisiko diidentifikasi menghasilkan peningkatan utilitas investasi yang bermanfaat dalam rangka optimalisasi Kas Pemerintah.
Directorate of State Cash Management is responsible to conduct Government’s cash planning to estimate cash revenue and expenditure in realizing APBN. As following up of that activity, one studied theme is Short Term Cash Investment strategy aiming at generating investment return which benefits state revenue and minimizes APBN’s funding cost. This research aims at determining optimal combination between Government Account at Bank Indonesia which is short term and risk free cash investment and risky investment portfolio and optimal portfolio at risky investment instrument. Method used in this research is implementation steps of portfolio management of Chartered Financial Analyst Institute (CFA Institute) (Bodie et al., 2009) consisting of portfolio planning, portfolio executing or determining, and portfolio evaluating or performance assessment. According to limitation of investment institution and possibility of short term cash investment development that can be studied, it can be stated three forms of assets investment allocation strategy. Those strategies are protected conservative, moderate diversified, and aggressive diversified. The result of combination optimizing of Government Bond at optimal return assumed as 9.5 percent generates optimal portfolio combination consisting of assets investment allocation proportion as much as 56.58 percent at placement account at Bank Indonesia and assets investment allocation at Government Bond as much as 43.42 percent with standard deviation level is 0.0707 percent. Implementation of moderate diversified assets investment allocation strategy by diversifying investment in form of placement in Bank Indonesia is identified to be able to minimize risk or standard deviation of protected conservative up to 0.0218 percent or 0.0253 percent using assumption that expected rate of return is similar. According to investment development simulation result through aggressive diversified strategy implementation by entering capital market investment instrument consisting of stocks of state-owned banks in the portfolio, it can generate diversification that lowers risk rate or deviation standard of optimal combination up to 0.211 percent and 0.0245 percent at similar optimal rate of return assumption. Optimal combination between government placement account at Bank Indonesia and risky investment instrument and optimal portfolio of risky investment can generate improvement in investment utilization that benefits to optimize government cash.
Kata Kunci : Investasi, Instrumen Investasi, Return, Risiko, Kas, Strategi Alokasi Aktiva Investasi, Portofolio Efisien, Portofolio Optimal, Kombinasi Optimal.