Laporkan Masalah

Analisis Faktor-faktor yang Menghambat Transfer Pengetahuan pada PT Jogja Kulina Utama

Rindha Avrina Sari Sentani, Nurul Indarti, S.E., Sivilokonom, Cand. Merc., Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat transfer pengetahuan di PT Jogja Kulina Utama, menggunakan kerangka stickiness dari Szulanski. Permasalahan transfer pengetahuan muncul di tingkat manajer dan staf, dan mengakibatkan sering terjadinya pengulangan kesalahan dan duplikasi pekerjaan di dalam perusahaan. Permasalahan ini menjadi menjadi penting karena dapat mengganggu pembentukan proses, produk, dan jasa di dalam perusahaan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan simulasi transfer pengetahuan. Data yang diperoleh dari wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis isi (content analysis), yaitu mensintaksis kata-kata kunci dari responden. Hasil penelitian menunjukkan ada lima faktor yang menghambat transfer pengetahuan di PT Jogja Kulina Utama. Hambatan pertama adalah ambigutas pengetahuan, karena tidak adanya SOP di perusahaan. Hambatan kedua adalah konteks organisasi yang tidak mendukung transfer pengetahuan berupa struktur organisasi yang top-down. Hambatan ketiga adalah kurangnya motivasi dari staf sebagai penerima pengetahuan untuk menggunakan pengetahuan. Hambatan keempat adalah kurangnya daya serap staf dalam menerima pengetahuan, yang disebabkan karena tingkat pendidikan dan umur mereka yang masih muda. Hambatan kelima adalah kurangnya pemakaian pengetahuan secara rutin.

This study aims to analyze the factors that inhibit the transfer of knowledge in PT Jogja Kulina Utama, using the stickiness framework of Szulanski. Problems regarding knowledge transfer arise at the level of managers and staff, and resulted in frequent repetition of errors and duplication of work within the company. This issue becomes important because it can interfere with the formation of processes, products, and services within the company. In this study, researcher used a qualitative descriptive method. Data were obtained through interviews and simulation of knowledge transfer. Data obtained from interviews were analyzed using content analysis, namely syntax key words of the respondents. The results showed that there were five factors that inhibit the transfer of knowledge in PT Jogja Kulina Utama. The first obstacle is knowledge ambiguity, in the absence of SOP in the company. The second obstacle is the organizational context that does not support the transfer of knowledge of the top-down organizational structure. The third obstacle is the lack of motivation of staff as the recipient of knowledge to use knowledge. The fourth obstacle is the lack of absorptive capacity in receiving the knowledge of staff, due to their educational level and young age. The fifth obstacle is the lack of routine use of knowledge.

Kata Kunci : transfer pengetahuan, hambatan transfer pengetahuan, stickiness


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.