Laporkan Masalah

Analisis Kelayakan Investasi di Usaha Jasa angkutan Uang Tunai Studi pada PT. Satria Buana Nusantara

Riki Septiadi, Prof. Dr. Jogiyanto Hartono, MBA, AKT

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Penulisan tesis ini membahas rencana Investasi di usaha jasa angkutan uang tunai PT Satria Buana Nusantara dalam salah satu diversifikasi usaha atau pengembangan usaha yang ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis, aspek manajemen, aspek lingkungan, aspek hukum dan aspek keuangan. Tujuan dilakukan penulisan kelayakan ini adalah untuk mengetahui apakah rencana di usaha jasa angkutan uang tunai layak dijalankan atau tidak. Data yang digunakan adalah data primer (teknik wawancara dengan pihak yang mempunyai kapabilitas dalam memberikan data dalam penelitian ini) dan data sekunder yang diperoleh dari data perusahaan sebelumnya. Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif dengan lingkungan PT Satria Buana Nusantara. Metode analisis yang dipakai adalah metode analisis kualitatif dan metode analisis kuantitatif yaitu metode regresi linear untuk prediksi pemasukan kas dan metode Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Modified Internal Rate of Return (MIRR) Profitability Index (PI), serta Economic Value Added (EVA) sebagai metode penilaian investasi dari aspek keuangan. Untuk menilai kelayakan yang akurat digunakan analisis real option, sensitifitas, dan skenario. Pada analisis real option penilaian pada pembelian aset dengan option I menggunakan leasing hasil penilaian investasi dengan payback periods 6 tahun 2 bulan, NPV menunjukan positif Rp 2.768.529.591 dan option II menggunakan platfon Investasi hasil penilaian investasi dengan payback periods 4 tahun 3 bulan, NPV menunjukan positif Rp 4.277.134.796. sehingga option II menjadi kasus dasar karena payback periods yang lebih singkat dan NPV yang lebih besar. Pada analisis sensitivitas penilaian investasi melalui skenario kenaikan maupun penurunan sebesar 10% dan 25% dari variabel biaya pinjaman dan pendapatan. Dimana secara keseluruhan skenario tersebut tidak mempengaruhi kelayakan proyek tersebut, Dengan kata lain, proyek tersebut tetap dapat mempertahankan kelayakannya. Pada analisis skenario penilaian investasi dengan skenario kasus dasar, skenario kasus terburuk, skenario kasus terbaik. Skenario kasus dasar sebagai sekumpulan variabel yang paling mungkin terjadi, memiliki bobot probabilitas 50%, skenario kasus terbaik dan skenario kasus terburuk mempunyai bobot probabilitas 25%. NPV yang diharapkan (mean) adalah sebesar Rp 5.622.671.069. Dengan demikian maka batas atas standar deviasi adalah sebesar Rp 5.622.671.069+ Rp 4.785.187.774 = Rp 10.407.858.843. Sedangkan batas bawah standar deviasi adalah Rp 5.622.671.069- Rp 4.785.187.774 = Rp 837.483.295.

Writing of this thesis discusses investment in the business cash in transit services PT Satria Nusantara Buana in one of diversification of business development in terms of market and marketing aspects, technical aspects, management aspects, environmental aspects, legal aspects and financial aspects. The purpose of writing the feasibility of this is done to find out if the business plan in a cash transport services viable or not. The data used are the primary data (interviews with the techniques that have capability in providing the data in this study) and secondary data obtained from previous corporate data. This type of research is a descriptive study of the environmental PT Satria Nusantara Buana. The analytical method used is the method of qualitative analysis and quantitative analysis methods, namely linear regression method for prediction of cash income and methods of Payback Period (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Modified Internal Rate of Return (MIRR ) Profitability Index (PI), and Economic Value Added (EVA) as a method of investment appraisal of the financial aspect. To assess the feasibility of an accurate use of real option analysis, sensitivity, and scenario. In the analysis of real option valuation in the asset purchase by leasing option I use leasing appraisal of investment results with the investment payback periods 1 year 9 months, showed a positive NPV Rp 3,280,177,486 and option II using platfon investment appraisal of investment with payback periods of 2 years 2 months, NPV shows positive Rp 1,829,337,494. so option I became a base case for a shorter payback periods and larger NPV. In the sensitivity analysis of the investment appraisal through the scenarios increase or decrease by 10% and 25% of the cost of borrowing and income variables. Where the whole scenario does not affect the feasibility of the project, in other words, the project was still able to maintain feasibility. In the analysis of investment valuation scenarios with base case scenario, worst case scenario, best case scenario. The base case scenario as a set of variables most likely to occur, has a weight of 50% probability, the best case scenario and worst case scenario has a probability of 25% weighting. NPV is the expected (mean) was Rp 4,200,515,954. Thus, the upper limit of the standard deviation is + Rp Rp 3,939,108,070 8,139,624,025 4,200,515,954 = Rp. While the lower limit of the standard deviation is $ 3,939,108,070 - 3,659,072,354 = Rp (Rp 261 407 884).

Kata Kunci : Kelayakan, Investasi, Metode Penilaian


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.