Analisis Strategi Keuangan Matrik Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Rani Dwi Yuniawati, Dr. Sony Warsono, MAFIS., Ak
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenBank Perkreditan Rakyat (BPR) selama ini telah memberikan pelayanan perbankan terutama disektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang mendukung usaha pemerintah dalam rangka pembangunan ekonomi. Pemantauan kinerja BPR selalu dilakukan oleh Bank Indonesia dan manajemen BPR dengan mengunakan rasio keuangan. Namun demikian rasio keuangan mempunyai keterbatasan, dimana belum memperhitungkan biaya modal. Atas dasar inilah maka hendaknya kinerja BPR tidak hanya dilihat dari rasio keuangan, tetapi juga kemampuan BPR untuk tumbuh dan menghasilkan nilai tambah. Strategi keuangan matrik merupakan tambahan strategi yang diberikan untuk mengklasifikasikan BPR dengan melihat kemampuan untuk tumbuh menghasilkan nilai tambah. Pengklasifikasian BPR dalam strategi keuangan matrik menggunakan populasi BPR di wilayah Jawa Timur dari tahun 2008 s.d. 2009, dimana berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil bahwa terdapat peningkatan jumlah BPR di wilayah Jawa Timur yang mengalami pertumbuhan dan menghasilkan nilai tambah, hal tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah BPR di Wilayah Jawa Timur yang masuk dalam kuadran 2, kuadran terbaik dalam strategi keuangan matrik. Untuk mendorong pertumbuhan dan kemampuan BPR untuk menghasilkan nilai tambah dan dapat bertahan pada kuadran 2 strategi keuangan matrik, maka diperlukan penetapan strategi yang tepat. Penetapan strategi dilakukan dengan mengambil sampling BPR di wilayah Karesidenan Besuki, dimana di wilayah ini memiliki jumlah BPR yang sedikit, jumlah pedesaan yang cukup banyak dan tingkat persaingan yang semakin meningkat dengan masuknya bank umum dan lembaga keuangan lainnya yang juga mulai merambah pasar UMKM. Penetapan strategi dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara dan memberikan kuesioner kepada pengurus BPR, dimana pengurus diminta untuk memberikan bobot terhadap faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja BPR di wilayah Karesidenan Besuki yang berada pada kuadran 2 strategi keuangan matrik. Berdasarkan hasil olah data kuesioner terdapat 4 strategi yang dapat digunakan oleh BPR di wilayah Karesidenan Besuki yang berada pada kuadran 2 staretgi keuangan matrik yaitu strategi pengembangan pasar, strategi penetrasi pasar, staretgi pengembangan produk, dan strategi horizontal.
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) has been a support in providing banking services, especially in micro, small and middle sector that is also supporting the Indonesian Government at the Economic Development Structure Plan. Bank Indonesia is always monitoring BPR performance, in addition to the BPR Management monitoring using the financial ratio. Unfortunately, the financial ratio has limitation since it does not calculate the capital ratio. Thus, the performance of BPR should not only be seen from the financial ratios, but also from the BPR ability to grow and produce valueadded. The financial strategy matrix is given as an additional strategy to classify BPR to see the ability to grow and produce value-added. Classification of BPR in the financial strategy matrix using BPR population in East Java between 2008 to 2009 is based on the calculation results that there is an increasing number of rural banks in East Java which are experiencing growth and generating added value. It is reflected in the increasing number of rural banks in East Java that move into quadrant 2 (quadrant in the best financial strategy matrix). To encourage growth and the ability of BPR to generate added value and survive in quadrant 2 matrix of financial strategy, it would require the determination of appropriate strategies. The determination of sampling strategy is done by evaluating BPR in the District of Besuki, which has a small number of BPR, a considerable number of rural areas and increasing competition with the entry of commercial banks and other financial institutions which began to explore the UMKM market. The management strategy is done through observation, interviews and questionnaires to BPR board, where the board was asked to give weight to the internal and external factors affecting the performance of BPR at quadrant 2 matrix in the District of Besuki of the financial strategy. Based on the results of the questionnaire data there are four strategies that can be used by the BPR at quadrant 2 matrix in the District of Besuki, that is financial market development strategies, market penetration strategies, product development strategies, and horizontal strategies.
Kata Kunci : rasio keuangan, biaya modal, tumbuh dan menghasilkan nilai tambah, strategi keuangan matrik, observasi, wawancara, kuesioner, strategi pengembangan pasar, strategi penetrasi pasar, stategi pengembangan produk, dan strategi horizontal