PENGAWASAN HAKIM DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PANCASILA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM LEMBAGA PERADILAN INDONESIA
Drs.Sirajuddin Sailellah,S.H.,M.HI, Prof. Dr. H. R., Soejadi, SH
2012 | Disertasi | S3 Ilmu FilsafatDisertasi ini berjudul Pengawasan Hakim dalam Perspektif Filsafat Pancasila dan Implementasinya dalam lembaga Peradilan Indonesia. Permasalahan penting yang mendorong penelitian ini beranjak dari realitas bahwa hakim dan lembaga peradilan, dalam menjalankan tugas dan fungsinya belum sepenuhnya mengimplementasikan makna Pancasila sebagai dasar filsafat penegakan hukum di Indonesia. Adapun masalah-masalah penelitian yang dirumuskan mencakup; a) apa arti pengawasan hakim dalam sejarah perkembangan hukum di Indonesia?; b) apa makna dan fungsi Pancasila sebagai sistem filsafat bangsa bagi pengawasan hakim di Indonesia?; c) bagaimana pengertian pengawasan hakim dalam konteks profesi dan institusi peradilan di Indonesia?; d) apa hakikat pengawasan hakim dan bagaimana pengaruhnya terhadap lembaga peradilan Indonesia?; dan e) bagaimana implementasi makna pengawasan hakim dalam lembaga peradilan Indonesia? Jawaban terhadap persoalan-persoalan itu memerlukan pemikiran kritis dengan menggunakan pendekatan ilmu filsafat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang menggunakan filsafat Pancasila sebagai objek formal dan makna pengawasan hakim sebagai objek material penelitian. Metode analisis induktif digunakan untuk menganalisis makna pengawasan hakim melalui prosedur berpikir logis dan dengan cara menarik kesimpulan dari proposisi-proposisi khusus (sebagai hasil pengamatan) yang berakhir pada suatu kesimpulan (pengetahuan baru) berupa asas umum. Metode hermeneutika digunakan untuk menemukan makna terdalam pengawasan hakim yang diawali dengan proses analisis semantik dan struktural yang diteruskan dengan verstehen (pemahaman) atas inti pengawasan hakim. Metode interpretasi sebagai bagian dari hermeneutika juga digunakan dengan cara menerjemahkan makna pengawasan hakim melalui model pemahaman yang bersifat holistik. Hasil yang diperoleh dari penelitian bidang filsafat ini adalah ditemukannya nilai-nilai ideal pengawasan hakim yang secara konsisten sesuai dengan esensi sila-sila Pancasila. Penemuan tersebut kemudian dirumuskan sebagai konsep filosofis yang diimplementasikan pada lembaga peradilan Indonesia. Implementasi makna pengawasan hakim yang berperspektif filsafat Pancasila dalam lembaga peradilan Indonesia mengandung pengertian bahwa hakim dalam menjalankan tugasnya berpedoman pada kode etik yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila. Berdasarkan pengertian ini, hakim bertugas menegakkan panji-panji hukum dalam rangka mewujudkan lembaga peradilan yang bersih, terhormat dan berwibawa.
Title of this dissertation is Judge Supervision in the Perspective of Philosophy of Pancasila and Its Implementation in the Indonesia Judicature Institution. The essential problem endorsed this research shifted from reality where judge and judicature institution, in working their duty and function have not fully implemented the meaning of Pancasila as philosophical foundation of the law enforcement in Indonesia. The formulated research problems include; a) what is the meaning of judge supervision in the history of law development in Indonesia?; b) what are the meaning and function of Pancasila as national philosophical system for the judge supervision in Indonesia?; c) how is the understanding of the judge supervision in the context of profession and judicature institution in Indonesia?;d) what is the essence of judge supervision and what is its influence to the judicature institution?; and e) how is the implementation of the judge supervision meaning in the Indonesian judicature institution? The answer of problems require the critical thought by using the philosophical approach. The sort of this research is library research that uses the philosophy of Pancasila as formal object and the meaning of judge supervision as material object of the research. Inductive analysis method is used to analyze the judge supervision through logical thinking procedure and by means of formulating the conclusion from specific propositions (as the result of observation) that is ended in a conclusion (new understanding) in the form of general principle. Hermeneutical method is used to find the essential meaning of the judge supervision that is started with semantics and structural analysis proses and is continued by verstehen (deep-comprehension) on the core of judge supervision. Method of interpretation, as an internal part of hermeneutics is also used in the way of translating the meaning of judge supervision by means of holistic comprehension. The result obtained from this philosophical research is the invention of ideal values of the judge supervision that is consistently appropriated with the essence of the principles of Pancasila. The invention is then formulated as the philosophical concept that is implemented in the Indonesian judicature institution. The implementation of the judge supervision meaning in the perspective of Pancasila philosophy in the institution of Indonesian judicature contains an understanding that shows the judge does their tasks on the basic of ethic code inspired by Pancasila values. Based on this understanding, the judge has to keep the standard of law in order to realize the clean, honorable and authoritative judicature institution.
Kata Kunci : pengawasan hakim, filsafat Pancasila, lembaga peradilan