Analisis Tingkat Return Pembiayaan Negosiasi Wesel Ekspor Pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Ogi Hayana, Dr. Mamduh Mahmadah Hanafi, MBA.
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenTujuan Penelitian ini adalah mengetahui tingkat return dari pembiayaan negosiasi wesel ekspor pada PT.Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk dengan menggunakan model Risk Adjusted Return on Capital (RAROC) dan Return on Asset (ROA). Pembiayaan negosiasi wesel ekspor lahir dari adanya instrumen penjaminan pembayaran perdagangan internasional dalam bentuk Letter of Credit (L/C). Pembiayaan negosiasi wesel ekspor merupakan bentuk pembiayaan trade finance dimana bank melakukan pengambilalihan atas tagihan wesel ekspor milik eksportir yang ditagihkan kepada bank penerbit Letter of Credit. Objek penelitian adalah transaksi pembiayaan negosiasi wesel ekspor yang dilakukan PT.Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada periode semester I tahun 2011. Dasar pemilihan model RAROC sebagai alat penelitian adalah RAROC merupakan metode perhitungan return berdasarkan tingkat risiko pembiayaan dapat digunakan sebagai alat penilaian risiko kredit sekaligus alat penetapan pricing bagi financial institution. Setiap pembiayaan yang dilakukan oleh bank pada dasarnya memiliki tingkat risiko yang berbeda-berbeda namun secara umum risiko tersebut membahayakan modal karena apabila terjadi default atau kredit macet maka modal merupakan sumber utama untuk mengganti kerugian bank. Karena itu suatu pembiayaan seharusnya hanya akan disetujui apabila RAROC yang diperoleh lebih tinggi daripada ROE perusahaan, dimana ROE merupakan penilaian tingkat return yang diharapkan oleh pemegang saham atas modal yang ditanamkan pada perusahaan. Dalam pembiayaan negosiasi wesel ekspor, sumber pembayaran utama adalah pembayaran dari issuing bank L/C sehingga tingkat risiko utama yang diperhitungkan adalah risiko default bank. Melalui model RAROC tingkat return dihitung dengan membandingkan net income terhadap capital at risk dengan menggunakan perhitungan risiko kredit atas tagihan kepada bank berdasarkan Basel II. Berdasarkan hasil penelitian dengan model RAROC dan ROA diketahui bahwa secara rata-rata tingkat return pembiayaan negosiasi wesel ekspor BNI pada semester I tahun 2011 masih memberikan tingkat return yang lebih tinggi dari ROA dan ROE perusahaan dengan pengecualian beberapa transaksi pembiayaan dengan tarif khusus. Hal ini menunjukkan bahwa pricing model negosiasi wesel ekspor di BNI secara umum sudah cukup ideal namun masih memiliki kelemahan pada pemberian tarif khusus kepada nasabah tertentu yang memiliki profil transaksi dengan risiko tertentu yang disebabkan antara lain karena kondisi dokumen yang tidak sesuai persyaratan L/C sehingga penjaminan L/C menjadi hilang atau issuing bank yang memiliki credit rating di bawah investment grade. Karena itu pada akhir penelitian ini, penulis memberikan saran perbaikan terhadap beberapa kebijakan tarif khusus yang diberikan kepada nasabah.
The purpose of this study was to determine the level of return of financing export bills negotiation in PT Bank Negara Indonesia (Persero) using the model of Risk Adjusted Return on Capital (RAROC) and Return on Assets (ROA). Financing export bills negotiation was established from the instrument guaranteeing payment of international trade in the form of Letter of Credit (L/C). Export bills negotiation is a form of financing where the bank's financing export bills drawn to the Letter of Credit issuing bank. Object of research is export bills negotiated transactions undertaken by PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk in the period first semester of 2011. Basic model of RAROC as a research tool is RAROC can be used as a credit risk assessment tool as well as a tool for the determination of financial institution pricing model. Any financing done by banks basically have different risk levels but in general the risk will put the capital at risk because loan default or non-performing loans will be write-off by using capital. Therefor a financing should only be approved if the RAROC obtained higher than the company's ROE, where ROE is the assessment of the level of return expected by shareholders on capital invested in the company. In financing export bills negotiation, the primary source of payment is a payment that will be obtained from the issuing bank L/C so that the calculated level of the main risk is the risk of bank default. Through RAROC model , the rate of return is calculated by comparing net income to capital at risk by using the calculation of credit risk on receivables from banks based on Basel II. Based on the results of the studies with model RAROC and ROA is known that the average return rate financing export bills negotiation BNI in the first half of 2011 still provide a higher level of return than ROA and ROE firms with financing transactions with the exception of some special rates. This indicates that the pricing model of export bills negotiated in BNI in general are quite ideal, but still has a weakness in granting special rates to certain customers who have a profile of high-risk transactions because of the condition of the documents that do not fit the requirement of L/C so that the guarantee of L/C to be lost or the issuing bank has a credit rating below investment grade. Because it's the end of this study, the authors suggest improvements to some special tariff policy provided to customers.
Kata Kunci : International Trade, Letter of Credit, Trade Finance, Bill Export Negotiation, Risk Adjusted Return on Capital, Return on Asset, Pricing Model