Pengaruh Efikasi DIR, Organizational Trust dan Kesamaan Perusahan Asal Atasan-Bawahan terhadap Penolakan Perubahan (Resistance to Cahange) di PT AGI
Muriani Harsono, Prof. Dr. Djamaluddin Ancok, MA.
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenMerger dan akuisisi (M&A) seringkali membawa perubahan yang memiliki dampak besar pada sikap dan perilaku anggota organisasi. Keberhasilan M&A bukan terletak pada selesainya transaksi finansial, namun lebih terletak pada integrasi sumber daya manusia pasca akuisisi dan realisasi efek sinergi dari pihakpihak yang terlibat. Terkait dengan penolakan terhadap perubahan, permasalahan sumber daya manusia terutama paska M&A perlu mendapat perhatian terutama dalam mengatasi masalah ketakutan karyawan terhadap perubahan dan frustasi akibat perubahan. Oleh sebab itu penelitian ini akan mengkaji variabel-variabel yang mempengaruhi penolakan terhadap perubahan. Variabel-variabel yang diperkirakan memiliki pengaruh terhadap penolakan terhadap perubahan adalah efikasi diri (self efficacy), organization trust, dan perusahaan asal yang menjadi pimpinan seorang karyawan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer yang dipakai adalah dengan metode angket (kuesioner), data sekunder diperoleh dari perusahaan maupun studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pada perusahaan yang diteliti, yaitu PT AGI yang telah diakuisisi oleh PT SMT. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik regresi berganda. Berdasarkan hasil analisa regresi dapat disimpulkan bahwa efikasi diri dan organizational trust memiliki pengaruh negatif yang signifikan dengan penolakan terhadap perubahan. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi efikasi diri seseorang dan semakin tinggi kepercayaan terhadap organisasi yang dimilikinya, maka semakin rendah penolakan terhadap perubahan. Penelitian ini juga menemukan bahwa asal pimpinan dan bawahan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penolakan terhadap perubahan. Namun terdapat perbedaan tingkat penolakan terhadap perubahan antar tiap kelompok yang diteliti. Kelompok pimpinan dan bawahan yang berasal dari PT SMT, kelompok pimpinan yang berasal dari PT SMT dan bawahan dari PT AGI, dan kelompok pimpinan dan bawahan yang berasal dari PT AGI akan cenderung menerima perubahan, sedangkan kelompok pimpinan yang berasal dari PT AGI dan bawahan dari PT SMT akan cenderung menolak perubahan.
Merger and Acquisition (M&A) often carry a big influence on the attitude and behavior of the organization’s members. The M&A success is not only from financial success, but moreover in terms of human resource integration post acquisition and synergy effect realization from the related parties. Referring to the change resistance, human resource issues, especially post requires much concern particularly in terms of the employees’ fear and resistance to change. Therefore, this research will analyze the variables influencing change resistance. The variables predicted to have influences on change resistance are self efficacy, organizational trust, and the company origin of the staff leader. The data used in this research are primary and secondary data. Primary data collection method applied is through questionnaires, secondary data collection method used is through company’s data and literature review. The population in this research is all employees from research object which is PT AGI which has been acquired by PT SMT. The samples are collected through purposive sampling method. While the data analyzing techniques applied in this research is multiple linear regression. Based on the regression analysis result, it can be concluded that self efficacy and organizational trust have significant negative effect on change resistance; similar condition applies for company origin variable. This means that the higher one’s self efficacy and organizational trust for the company, the lower of resistance to change dealt by the person. This research also finds that superior and subordinate’s company origin does not significantly affect of resistance to change level. However, there are significant resistance to change level differences between the groups analyzed. The group in which superior and subordinate are from PT SMT, superiors are from PT SMT and subordinates from PT AGI, and superiors are and subordinates are from PT AGI tend to accept change, while for the group in which superiors are from PT AGI and subordinates from PT SMT tends to resistance to change.
Kata Kunci : Efikasi diri, organizational trust, resistance to change (penolakan perubahan), kesamaan asal atasan dan bawahan