Laporkan Masalah

Meningkatkan Kemampuan Guru Normatif dalam melaksanakan Proses Pembelajaran melalui Penerapan Supervisi Klinis di SMK PIRI Sleman Yogyakarta

La Japu, Prof. Dr. Slamet PH, MA, MEd, MA, MLHR, Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Berdasarkan rumusan masalah maka penulis dapat menetapkan tujuan penelitian dalam tesis ini. Tujuan penelitian dalam tesis ini adalah menghasilkan alternatif pemecahan masalah untuk meningkatkan kemampuan guru normatif dalam melaksanakan proses pembelajaran melalui penerapan supervisi klinis di SMK PIRI Sleman Yogyakarta. Dengan menerapkan supervisi klinis kepada tiga orang guru normatif diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti maupun pada kegiatan penutup dalam melaksanakan proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas dengan menerapkan supervisi klinis sebanyak 2 siklus kepada tiga orang guru normatif. Setiap siklus dapat dilaksanakan dengan penjelasan sebagai berikut. Pertemuan Awal atau Pra Observasi adalah dialog antara penulis sebagai peneliti dan guru normatif dengan kode tertentu yang akan mengajar di kelas sesuai jadwal mengajar guru tersebut. Pelaksanaan Guru Mengajar adalah Guru melaksanakan tindakan pembelajaran berdasarkan program yang telah disepakati pada pertemuan awal. Tindakan pembelajaran tersebut ditujukan untuk memperbaiki kekurangan dirinya dalam melaksanakan proses pembelajaran. Pengamatan/Observasi dan Evaluasi yaitu kegiatan yang dilakukan peneliti diantaranya adalah: mengambil gambar perilaku guru pada saat mengajar dengan menggunakan kamera, mengisi instrumen lembar pengamatan berdasarkan perilaku guru mengajar, mengamati dan mencatat proses yang dilakukan siswa pada saat guru melaksanakan proses pembelajaran mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup dan kegiatan evaluasi/post test untuk mengetahui hasil belajar pada akhir pembelajaran. Refleksi/Pertemuan Balikan Pasca Observasi adalah pertemuan peneliti dan guru sasaran supervisi klinis bertujuan untuk menganalisis hasil tindakan mengajar guru serta menetapkan keputusan cara pemecahan masalah pembelajaran yang dialami guru. Tindak lanjut adalah lanjutan dari pertemuan balikan yang dilakukan peneliti untuk membina guru agar selalu memperbaiki kekurangan dirinya dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Berdasarkan kesepakan pertemuan balikan antara peneliti dan guru untuk dilakukan observasi kegiatan pembelajaran siklus 2. Berdasarkan rekapitulasi data awal dan data hasil penelitian pada siklus 1 dan 2 dapat di tarik kesimpulan bahwa penerapan supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan ketiga orang guru normatif dalam melaksanakan proses pembelajaran. Artinya penelitian ini dinyatakan mencapai indikator keberhasilan minimal yang telah ditetapkan antara 55% s/d 69 % dengan nilai akhir cukup bahkan ada satu orang guru yang mencapai di atas indikator keberhasilan minimal yaitu 70,83 yang dinyatakan dengan nilai akhir baik.

Based on the problem formulation, the writer formulates the objective of this research. The aim of this research is to give alternative solution to the problem in order to improve normative teachers in learning process through the application of the clinical supervision at SMK PIRI, Sleman, Yogyakarta. By conducting clinical supervision on the three normative teachers, it is expected that the capability of the teachers being supervised can be improved in learning process starting from preliminary activity, main activity and closing activity. This research is classroom action research which implements clinical supervision in two cycles of action on three normative teachers. Each cycle can be implemented through the following explanation. Preliminary conference or Pre observation is dialogue between the writer and the teachers being supervised. Teaching-learning process is the learning action based on the program agreed in the preliminary conference. The learning action is aimed at improving the shortcomings of the teachers in learning process. Observation and evaluation is the activity done by the writer such as taking picture while teacher is teaching, completing observation format on teachers’ performance, taking notes about students’activities during the learning process and giving post test to get learning outcomes at the end of the learning process. Reflection or feed-back conference is the meeting between the writer and the teachers being supervised. This meeting is held to analyze the result of teaching process and to find any solution for the problems faced in the teaching process. Follow-up activity is the feed-back conference in which the writer guides or gives advice to the teachers to improve himself or herself in teaching-learning activity. Cycle 2 is conducted based on the agreement on the feed-back conference between the writer and the teachers . Based on the preliminary data and the result of the cycle 1 and cycle 2, it is concluded that the application of clinical supervision can improve the capability of the three teachers being supervised in conducting learning process. This means that this study found minimal success indicator from 55 % to 69 %, this shows that the final result can be said fairly good but one of the teachers could get minimal success indicator 70, 83% and is categorized Good.

Kata Kunci : Kemampuan Guru Normatif, Proses Pembelajaran, dan Supervisi Klinis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.