Penentuan Kriteria Penilaian Kinerja Supplier Studi pada PT Wintermar Offshore Marine, Tbk.
Jhonsen, Dr. Wakhid Slamet Ciptono, MBA., MPM., Ph.D.
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenSupply chain di dalam perusahaan merupakan suatu fungsi antardepartemental yang melibatkan proses penyediaan bahan baku (input) sampai produksi barang atau jasa (output) yang berakhir pada proses distribusi barang atau jasa tersebut sampai kepada konsumen akhir (Elanchezhian, Ramnath, & Kesavan, 2010). Proses pembelian (purchasing) sebagai mata rantai dalam konsep supply chain memegang fungsi yang strategis di dalam proses penciptaan nilai tambah demi menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Proses penciptaan nilai tambah suatu barang atau jasa dimulai dari pemilihan bahan baku atau input. Pemilihan bahan baku dengan kualitas yang tepat, efisiensi biaya bahan baku sampai dengan waktu pengiriman yang sesuai dengan jadwal produksi menjadi suatu hal yang penting di dalam keseluruhan rangkaian supply chain perusahaan. Untuk memastikan bahwa perusahaan mendapatkan input yang tepat maka pemilihan supplier yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan menjadi suatu hal yang sangat penting bagi setiap perusahaan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan kriteria utama yang tepat bagi penilaian kinerja supplier di perusahaan untuk masing-masing klasifikasi supplier yang berbeda-beda. Penelitian ini adalah penelitian replikasi dengan menggunakan model penelitian yang dilakukan oleh Wirdianto dan Unbersa (2008) dengan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) yang dikembangkan oleh T. Saaty. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 kriteria utama yakni, biaya, pengiriman, kualitas, profil perusahaan dan HSE dengan 11 sub-kriteria tambahan yang digunakan sebagai kriteria di dalam melakukan penilaian kinerja supplier. Kriteria biaya dan kriteria pengiriman merupakan dua kriteria yang paling dominan dipakai di dalam melakukan penilaian kinerja supplier di perusahaan.
Supply chain within a company is a function of inter-departmental process that involves the provision of raw material (input) until the production of goods or services (outputs) which ended in the distribution of those goods and services up to the final customers (Elanchezhian, Rammath & Kesavan, 2010). The process of buying or purchasing as part of the chain, in the concept of supply chain holds a strategic function in the process of creating value added and competitive advantage for the company. The value-added creation process in goods or services started from the selection of raw materials or inputs. The selection of raw materials with the right quality, the efficiency cost of raw materials, and delivery lead time which accordance to the production schedules are those important factors in the series of supply chain in the company. To ensure that company gets the right inputs, then the supplier selection process that suits company needs is a very important thing for any company. The main objective of this study is to determine the appropriate primary criteria for assessment supplier performance in the company for each different classification of suppliers. This study is a replication study using a model of research conducted by Wirdianto and Unbersa (2008) by using the Analytic Hierarchy Process (AHP) developed by T. Saaty. The results of the study indicate that there are five main criteria namely, cost, delivery, quality, company profiles and HSE with 11 additional sub-criteria that are used as criteria in assessing the performance of suppliers. Criteria of cost and delivery are the two most dominant criteria used in assessing the performance of suppliers in the company.
Kata Kunci : rantai pasok, supplier, penilaian kinerja, Analytic Hierarchy Process (AHP), Saaty, kriteria, sub-kriteria