Laporkan Masalah

The Evaluation of Training Outcomes: Study in Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan

Ifti Wulansari, Drs. Gugup Kismono, MBA, Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Program pelatihan saat ini mendapat banyak perhatian oleh organisasiorganisasi yang ingin meningkatkan produktivitas melalui program ini. Pelatihan membutuhkan investasi yang cukup besar sehingga harus dievaluasi hasilnya. Penelitian ini membahas tentang evaluasi dari sebuah program pelatihan yang dilakukan di Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan. Tiga aspek program pelatihan yang dievaluasi antara lain aspek keperilakuan dari anggota koperasi, produktivitas susu sapi, dan Return on Investment program pelatihan tersebut. Produktivitas susu sapi dibagi menjadi produksi dan kualitas susu. Kualitas susu terdiri dari kadar lemak susu, berat jenis susu, dan grade. Data diperoleh dari 120 orang anggota koperasi yang dibagi menjadi 60 orang anggota yang menerima pelatihan dan 60 orang lainnya yang tidak menerima pelatihan. Metode statistik diterapkan dalam tesis ini. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan uji beda rata-rata. Independent dan Paired Sample T-Test telah dilakukan untuk membandingkan perbedaan rata-rata dari kedua kelompok pada masing-masing aspek. Hasil analisis membuktikan bahwa pada aspek keperilakuan, program pelatihan ini efektif. Berdasarkan aspek produktivitas susu, program pelatihan yang telah dilakukan juga terbukti efektif. Produksi dan kualitas susu ratarata kedua kelompok memang mengalami penurunan yang disebabkan oleh pengaruh faktor internal dan lingkungan sapi. Tetapi, penurunan yang dialami oleh anggota yang menerima pelatihan ini secara signifikan lebih kecil daripada penurunan produksi dan kualitas susu sapi oleh anggota yang tidak menerima pelatihan. Dapat diidentifikasi pula bahwa produksi dan kualitas susu sapi oleh anggota yang menerima pelatihan lebih besar daripada anggota yang tidak menerima pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa program pelatihan ini efektif berdasarkan aspek-aspek tersebut. Analisis terakhir adalah tentang Return on Investment dari program pelatihan. Hasil kalkulasi menunjukkan bahwa ROI yang didapat dari produksi susu sapi oleh anggota yang mendapat pelatihan (-224.17%) lebih besar daripada ROI dari anggota yang tidak mendapat pelatihan (-304.36%). Hal ini mengindikasikan bahwa program pelatihan berkontribusi terhadap keuntungan atau pengembalian terhadap investasi yang lebih tinggi kepada koperasi.

Training programs are nowadays a particular concern because many organizations conduct them to improve their productivity. Since a training program needs a big investment of resources, the outcomes have to be evaluated. This research examines the evaluation of a training program implemented in the cooperative KPSP Setia Kawan. There are three aspects of the training program which are evaluated. Those are behavioral aspects of the cooperative members, the milk productivity, and the Return on Investment of the training program. The milk productivity is divided into milk production and milk quality. The milk quality consists of milk fat content, milk density and milk grade. Data was drawn from a sample of 120 members of the cooperative which are divided into 60 trained and 60 untrained members. Statistical methods are applied in this thesis. Mean difference is employed to analyze the data. Independent and Paired Sample T-test were used to compare the different means of each group in each aspect. The analysis detected that in behavioral aspects, the training program is effective. Based on milk productivity aspect, the training program is also found effective. The average of milk production and milk quality of both groups were decreased due to internal and environmental influences of the cows. However, the decrease of milk production and milk quality of trained members are significantly lower than of the untrained members. It was also identified that the milk production and quality of trained members are significantly higher than of the untrained. It shows that the training program based on these aspects is effective. The last analysis was the calculation of the Return on Investment of the training program. The calculation result shows that the ROI derived from the milk production of trained members (-224.17%) is higher than the ROI derived from the milk production of untrained members (-304.36%). It indicates that the training program contributes to a higher return for the cooperative.

Kata Kunci : koperasi, program pelatihan, evaluasi pelatihan, aspek keperilakuan, produktivitas susu, kualitas susu, Return on Investment


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.