Laporkan Masalah

PERAN ORGANISASI DAN MANAJEMEN DALAM MENDUKUNG PENERAPAN SISTEM PENGEMBANGAN MANAJEMEN KINERJA KLINIS (SPMKK) DALAM PELAYANAN OBSTETRI NEONATUS EMERGENSI DASAR (PONED) DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA

Surjani, S.Si.T., Prof. dr. Mohammad Hakimi, SpOG(K), Ph.D,

2012 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/KIA

Latar belakang: Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas perawatan dan pelayanan kebidanan, Kinerja Klinis Pengembangan Sistem Manajemen (SPMKK) telah dikembangkan. Salah satu komponen dalam SPMKK adalah diskusi kasus reflektif (DRK), yang merupakan bentuk pembelajaran reflektif (RL) secara resmi. Pelaksanaan DRK secara konsisten dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilan bidan melalui pengalaman dalam mendukung EmOC di pusat-pusat kesehatan. Selain DRK, ada juga bentuk lain dari RL di pusat-pusat kesehatan yang dapat mendukung kualitas layanan bidan. Tujuan penelitian: untuk mereview pelaksanaan DRK dan lain-lain RL di Tegalrejo Health Center. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain studi kasus tunggal holistik melalui pendekatan kualitatif. Data dari wawancara dan analisis dokumen dan observasi langsung disajikan secara deskriptif. Hasil: Studi ini menemukan empat bentuk pembelajaran reflektif yang dapat meningkatkan kualitas layanan di pusat kesehatan jika dikelola dengan baik. Empat bentuk adalah DRK, AMP, kunjungan dan tim kecil meskipun tidak dalam bentuk terstruktur atau DRK seperti yang direkomendasikan dalam SPMKK. Hambatan bagi bidan pada pertemuan AMP adalah status profesi dan status posisi yang memberikan kenyamanan kurang dalam diskusi sementara hambatan untuk DRK adalah sangat sulit untuk mengatur waktu, kurang percaya diri dan tidak mendukung pengelolaan yang optimal. Kesimpulan: Bentuk RL yang ada di Tegalrejo Puskesmas adalah modalitas yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan EmOC. DRK dianggap ideal untuk bidan dan perawat tidak dilakukan dengan baik belum. Untuk itu, ada kebutuhan untuk mengembangkannya dengan membuat modifikasi untuk menyesuaikan dengan kondisi dan ada kebutuhan untuk dukungan kepada organisasi dan manajemen di pusat kesehatan.

Background: In an effort to improve the quality of nursing and midwifery services, Clinical Performance Development Management System (SPMKK) has been developed. One component in SPMKK is a discussion of the reflective case (DRK), which is a form of reflective learning (RL) formally. Implementation of the DRK can consistently develop abilities and skills for midwives through experience in supporting EmOC in health centers. In addition to DRK, there are also other forms of RL in health centers that can support the quality of midwife services. Objective: This study aims at reviewing the implementation of DRK and RL others in Tegalrejo Health Center. Methods: This was a descriptive study with a holistic single case study design through a qualitative approach. Data from interviews and document analysis and direct observations were presented descriptively. Results: The study found four forms of reflective learning that could improve service quality in the health center if well managed. The four forms were DRK, AMP, visitation and a small team although not in the structured form or DRK as recommended in SPMKK. Barriers to the midwives at the meeting of AMP were the status of the profession and the status of positions that provided less comfort in the discussions while barriers to DRK were particularly difficult to set up time, less confident and not optimal management support. Conclusion: The RL forms existing in Tegalrejo Health Center are a modality that can be developed to improve EmOC. DRK considered ideal for midwives and nurses is not done well yet. For that, there is a need to develop it by making modifications to suit the conditions and there is a need for the support to the organization and management in the health center.

Kata Kunci : Organisasi dan dukungan manajemen, Darurat Kebidanan Perawatan, SPMKK.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.