EFEKTIFITAS METODE KONSELING DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS SINGGANI PALU
Lili Suryani, Prof. dr. Djaswadi Dasuki, MPH., Sp. OG, Ph. D
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: World Health Organization (WHO) mensosialisasikan bahwa kehamilan adalah suatu hal istimewa dan perlu mendapat perhatian khusus dari semua anggota keluarga. Oleh karena suatu kehamilan normal bisa saja pada setiap saat berubah menjadi kondisi emergensi yang dapat berakibat pada kematian ibu. Salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu ialah disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang tanda bahaya selama kehamilan. Untuk mengurangi hal tersebut maka perlu konseling dengan upaya cakupan antenatal yang tinggi. Hal ini memberikan kesempatan yang sangat baik dalam memberikan informasi, pendidikan dan komunikasi serta konseling kepada ibu tentang tanda bahaya kehamilan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas metode konseling yang diberikan sesuai standar dengan menggunakan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Singgani Palu. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah nonrandomized pretest- posttest control group design cara pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 120 responden yaitu ibu hamil trimester kedua. Uji t test yang digunakan untuk melihat perbedaan rerata skor peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan yang diberikan konseling sesuai standar dengan menggunakan lieflet dan konseling yang diberikan bersamaan dengan ANC (Ante Natal Care) tanpa lieflet. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan konseling yang diberikan sesuai standar dengan menggunakan leaflet nilai rerata sebesar 1,51 dengan standar deviasi 1,43 sedangkang ibu yang diberi konseling yang tidak sesuai standar dan bersamaan dengan ANC (Ante Natal Care) tanpa leaflet nilai rerata adalah 0,45 dengan standar deviasi 3,37. Selisih rerata adalah 1,03 dengan t hitung sebesar 2,18 dan p = 0,031 atau p < 0,05. Kesimpulan: Metode konseling yang diberikan sesuai standar dengan menggunakan leaflet efektif untuk meningkatkan pengeahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan.
Background: World Health Organization (WHO) demonstrates that pregnancy is a special case and needs special attention from all members of the family as a normal pregnancy may at any moment turn into an emergency condition that can result in maternal death. One cause of high maternal mortality rate is a lack of knowledge about danger signs during pregnancy. To reduce this, it is necessary to conduct counseling with efforts of high antenatal coverage that can provide an excellent opportunity to provide information, education and communication as well as counseling to women about danger signs of pregnancy. Objective: To determine the extent of the effectiveness of counseling method that specifically provided by using leaflet in improving maternal knowledge about the danger signs of pregnancy at Singgani Health Center, Palu. Methods: This was a quasi experimental study with a nonrandomized pretestposttest control group design by consecutive sampling. The number of samples was 120 respondents, namely the second trimester pregnant women. T test was used to see the mean score difference in increased maternal knowledge about the danger signs of pregnancy. Results: The analysis showed that counseling given specifically by using leaflet presented the mean value of 1.51 with a standard deviation of 1.43 while women without counseling specifically using leaflet presented the mean of 0.45 with a standard deviation of 3.37. Mean difference was 1.03 with t count equal to 2.18 and p = 0.031 or p <0.05 Conclusion: The method of counseling is provided in accordance with the standards using leaflet was effectively improving the maternal knowledge about the danger signs of pregnancy.
Kata Kunci : Efektifitas Konseling, Pengetahuan ibu hamil, Tanda bahaya kehamilan.