Laporkan Masalah

EVALUASI PELATIHAN MANAJEMEN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR UNTUK BIDAN DI KOTA PALANGKA RAYA

Ina Indra Yanti, Prof. dr. Muhamad Hakimi, Sp.OG(K), Ph.D

2012 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/KIA

Latar Belakang: Diseluruh dunia Asfiksia pada bayi baru lahir merupakan salah satu penyebab utama kematian perinatal baik di negara berkembang maupun di negara-negara sedang berkembang.Setiap tahunnya, kira-kira 3% (3,6 juta) dari 120 juta bayi lahir mengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi ini meninggal. Di Indonesia, dari seluruh kematian bayi, sebanyak 57% meninggal dibawah usia 1 bulan. Penyebab kematian adalah bayi berat lahir rendah (29%), asfiksia (27%), trauma lahir, tetanus neonaturum, infeksi lain dan kelainan kongenital.Untuk mencegah dan menurunkan kematian bayi baru lahir karena asfiksia, persalinan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan dan keterampilan manajemen asfiksia bayi baru lahir sesuai standar atau mutu pelayanan kesehatan. Tujuan: Mengetahui pengaruh pelatihan manajemen asfiksia terhadap peningkatan kinerja bidan dalam memberikan penanganan asfiksia bayi baru lahir. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dilaksanakan menggunakan rancangan cross sectional study untuk melihat keterampilan bidan dalam penatalaksanaan manajemen asfiksia BBL di wilayah kota palangka raya. Populasi penelitian ini adalah bidan yang bekerja diwilayah kota palangkaraya. Sampel penelitian ini adalah seluruh bidan yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang digunakan meliputi variabel bebas yaitu pelatihan manajemen asfiksia dan variabel terikat adalah keterampilan bidan dan variabel luar ialah umur, pendidikan, masa kerja. Analisis data meliputi: univariabel, bivariabel dan multivariable. Hasil: Analisis bivariabel menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pelatihan manajemen dengan keterampilan bidan (RP = 1,76; 95% CI = 1,15- 2,69), pendidikan (RP = 4,31; 95% CI = 1,02-2,53), masa kerja (RP = 3,70; 95% CI=1,03-2,79) dan analisis multivariabel menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pelatihan manajemen asfiksia dengan keterampilan bidan (RP 1,47;95% CI = 0,99-2,19), dengan mengontrol variabel pendidikan dan variabel masa kerja dapat memberikan kontribusi sebesar 6% untuk keterampilan bidan. Kesimpulan: Pelatihan manajemen asfiksia akan mempengaruhi keterampilan bidan dalam memberikan penanganan pada bayi baru lahir yang mengalami asfiksia. Beberapa faktor yang mempengaruhi keterampilan bidan dalam memberikan penanganan asfiksia pada bayi baru lahir adalah pendidikan dan masa kerja bidan. Faktor umur tidak mempengaruhi keterampilan bidan dalam memberikan penanganan asfiksia pada bayi baru lahir.

Background: In the world Newborn asphyxia is one of the major causes of perinatal mortality in both developed and developing countries. Each year, approximately 3% (3.6 million) of 120 million infants are born asphyxiated; nearly 1 million babies are dead. In Indonesia, of all infant deaths, 57% died under the age of 1 month. The cause of death was low birth weight infants (29%), asphyxia (27%), birth trauma, tetanus neonaturum, other infections and congenital abnormalities. To prevent and reduce newborn death due to asphyxia, delivery should be done by skilled birth attendants who have the ability and management skills of newborn asphyxia according to the standard or quality of health services. Objective: To determine the effect of asphyxia management training on midwives’ increased performance in providing newborn asphyxia care. Methods: This study used a cross sectional study design to see the skills of midwives in the management of newborn asphyxia in Palangkaraya Municipality. The study population was midwives who worked in the region of Palangkaraya Municipality. The sample of this study was all midwives who met the inclusion criteria. The variables included the independent variable which was asphyxia management, the dependent variable which was midwives’ training skills and the extraneous variables which were age, education, and years of service. Data analysis included: univariable, bivariable and multivariable analyses. Results: The bivariable analysis showed a significant relationship between management training and midwives’ skills (PR = 1.75, 95% CI = 1.15-2.68), education (PR = 1.61, 95% CI = 1.02-2.53), and years of service (PR = 1.69, 95% CI = 1.03 to 2.79). In addition, the multivariable analysis showed a significant relationship between asphyxia management training and midwives’ skills (PR 1.47, 95% CI = 0.99 to 2.18), by controlling the variables of education and years of service that could contribute 6% for midwives’skills. Conclusion: Asphyxia management training would affect midwives’ skills in providing newborn asphyxia care. Some factors that affected the midwives’ skills in providing newborn asphyxia care were midwives’ education and years of service. Age did not affect midwives’ skills in providing newborn asphyxia care.

Kata Kunci : Evaluasi, Keterampilan, Bidan, Pelatihan, Manajemen Asfiksia,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.