HUBUNGAN ANTARA TIPE TRAUMA DENGAN GEJALA PTSD PADA SISWA SDN PASCAERUPSI MERAPI DI KECAMATAN CANGKRINGAN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Emi Kosvianti, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K), Ph.D.
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Post traumatic stress disorder (PTSD) adalah sebuah gangguan kecemasan yang muncul mengikuti stres psikologis dan peristiwa traumatik seperti bencana alam, kecelakaan, perang atau perkosaan. Trauma bencana erupsi Merapi dibagi dalam 3 tipe: kehilangan properti, kehilangan jiwa dan multitrauma (kehilangan properti dan kehilangan jiwa). Anak-anak sering dianggap sebagai kelompok yang paling rentan dalam suatu peristiwa bencana, karena secara fisik, psikologis dan perilaku mereka masih berada pada tahap perkembangan. Respon anak-anak terhadap bencana bervariasi, mulai dari stres ringan yang bersifat sementara hingga stres berat dan berkepanjangan yang dapat berkembang menjadi PTSD. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan gejala PTSD berdasarkan tipe trauma pada siswa SDN pascaerupsi Merapi di Kecamatan Cangkringan Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah observasional dengan rancangan crosssectional melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Variabel bebas adalah tipe trauma dan variabel terikatnya adalah gejala PTSD. Pengukuran trauma dan gejala PTSD dilakukan menggunakan kuesioner modifikasi UCLA PTSD-Index (versi anak revisi 1). Berdasarkan cluster dan total population sampling, sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 siswa. Analisis bivariabel menggunakan uji anova, uji korelasi, chi square dan t-test, sedangkan analisis multivariabel menggunakan analisis jalur. Hasil: Tidak ada perbedaan gejala PTSD pada siswa yang mengalami multitrauma, kehilangan jiwa dan kehilangan properti. Hanya strategi koping menghindar dan mencari dukungan yang memiliki hubungan bermakna dengan gejala PTSD. Juga tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan dukungan sosial dengan PTSD. Hasil uji analisis jalur menunjukkan bahwa secara statistik hanya strategi koping menghindar yang memiliki hubungan bermakna dengan gejala PTSD. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan gejala PTSD pada siswa yang mengalami multitrauma, kehilangan jiwa dan kehilangan properti. Hanya strategi koping yang memiliki hubungan bermakna dengan gejala PTSD.
Background: Post traumatic stress disorder (PTSD) is an anxiety disorder, which is following psychological stress and traumatic events such as natural disasters, accidents, wars or rapes. The trauma of Mount Merapi eruption is divided into three types namely loss of property, loss of life and multiple losses. Children are often considered as a group which is very vulnerable toward disaster, because they are physically, psychologically and behaviors still on the development stage. Responses of children toward disaster are varies, ranging from mild stress to severe and prolonged stress that can develop into PTSD. Research Objectives: To identify the differences of PTSD symptoms based on the type of trauma of elementary school students post-eruption of Mount Merapi in Cangkringan District, Sleman DIY. Method: This research was an observational with cross-sectional design by applying quantitative and qualitative approaches (conducting in-depth interview). The independent variable is type of trauma and the dependent variable is PTSD symptoms. The measurement of trauma and PTSD were conducted by using modified UCLA-PTSD Index (child version-revision 1). Based on cluster and total population sampling, the sample were 100 students. The bivariate analysis will be examined through anova, chi square, independent t-test and product moment correlation test, while the multivariate analysis used path analysis. Results: There was no significant in PTSD symptoms of students who have multitrauma, loss of life, and loss of property. Only avoidance and support seeking coping strategies, which have significant relationship to PTSD symptoms. And there was no relationship between gender and social support with PTSD symptoms. The result of path analysis showed that statistically only coping strategies which have a meaningful relationship with PTSD symptoms. Conclusion: There is no significant difference in PTSD symptoms of students who have experienced multitrauma, loss of life and loss of property. Only coping strategies which have a meaningful relationship with PTSD symptoms.
Kata Kunci : gejala PTSD, tipe trauma, erupsi Merapi, dan siswa SDN