The Relationship of EVA-Momentum and Stock Return in Indonesia Stock Market (Empirical Study: LQ-45 Stocks Period 2008-2010)
Heny Suryaningsih, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A.
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenEVA-Momentum adalah konsep baru dalam pengukuran kinerja keuangan yang berbasis nilai. Sebagai pengembangan dari konsep EVA (Economic Value Added), EVA-Momentum diklaim sebagai alat pengukur kinerja keuangan yang dapat mengatasi keterbatasan dari pengukuran kinerja berbasis akuntansi. Karena pengukuran kinerja keuangan berbasis akuntansi dikritisi dalam hal kemampuannya dalam mengukur profitabilitas ekonomi. Konsep dari EVA sendiri berdasarkan pada profit secara ekonomi, dimana kesejahteraan perusahaan dihasilkan hanya jika perusahaan dapat menutup seluruh biaya operasional dan biaya modal. Pada sudut pandang investor, EVA-Momentum dapat dilihat sebagai signifikansi dari ekonomi perusahaan dalam hal pertumbuhan dan profit. Tesis ini meneliti apakah EVA-Momentum memiliki pengaruh yang paling besar terhadap tingkat pengembalian saham apabila dibandingkan dengan pengukuran kinerja keuangan lain yang berbasis akuntasi, seperti: earnings dan operating cash flow. Penelitian ini mengambil sampel perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ-45 pada periode 2008-2010. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa EVA-Momentum tidak memiliki efek yang signifikan terhadap tingkat pengembalian saham. Hasil ini didapatkan dengan melakukan tes perbandingan pada pengukuran kinerja keuangan lainnya, seperti: EVA, earnings, residual income, dan operating cash flow. Earnings memiliki koefisien determinasi yang terbesar (R² = 0.165), kemudian operating cash flow (R² = 0.084). EVA-Momentum, EVA dan residual income menghasilkan angka korelasi yang tidak signifikan terhadap tingkat pengembalian saham. Hal ini menunjukkan bahwa pada pasar modal Indonesia, pengukuran kinerja keuangan berbasis akuntansi masih mendominasi pengambilan keputusan investor dalam berinvestasi. Hasil penelitian ini, kontras dengan klaim dari Stern Steward & Co yang menyatakan bahwa pengukuran kinerja keuangan berbasis nilai seperti EVA lebih unggul bila dibandingkan dengan pengukuran kinerja keuangan lainnya dalam menjelaskan tingkat pengembalian saham.
EVA-Momentum is a new concept of financial performance measurement based on value. As the EVA (Economic Value Added) improvement concept, this tool claims can overcome the accounting performance measurement distortions. Because accounting-based performance measurements critized their ability to measure economic profitability. The EVA concept is based on notion of economic profit, which stated that wealth created only when a company covers all operating costs and the cost of capital. At investors’ point of views, EVA-Momentum can be read as economic significancy of the company growth and profit. This study investigate whether EVA-Momentum has the strongest relationship to the return of the stock compare to the accounting-based performance measurements such as earnings and operating cash flow. The sample of the study is LQ-45 stock index of Indonesia Stock Exchange for the period of 2008-2010. The study concludes that EVA-Momentum does not have significant effect to the return of the stocks. This conclusions resulted from the comparatives test among other performance measurements such as EVA, residual income, earnings, and operating cash flow. Earnings has the highest coefficient determination (R² = 0.165), then operating cash flow (R = 0.084). EVA-Momentum, EVA, and Residual Income provided insignificant number for their correlation to the return of the stocks. It shows that in Indonesia stock market, accounting based performance measurement still dominate the investment decision of the investors. This finding was contrast with the claims by Stern Steward & Co that valuationbased measurement such as EVA is superior to other measures in explaining return of the stocks.
Kata Kunci : EVA, EVA-Momentum, residual income, earnings, operating cash flow, tingkat pengembalian saham, pengukuran kinerja keuangan