Laporkan Masalah

Analisis Fleksibilitas Pengelolaan Keuangan Terhadap Kinerja keuangan pada Badan Layanan Umum Sektor Kesehatan Sebelum dan Sesudah Penerapan keputusan menteri keuangan Nomor: 273/KMK.05/2007 (Studi Kasus Pada RSUP DR. Soeradji Tirtonegoro, Klaten)

Hadiyan Lutfi, Dr. Sumiyana, M.Si.

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) memberi fleksibilitas pada pengelolaan keuangan instansi-instansi pemerintah yang telah menjadi BLU untuk dapat menggunakan penerimaannya secara langsung tanpa harus disetor dahulu ke kas Negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti apakah terdapat perbedaan kinerja keuangan antara sebelum dan sesudah penerapan PPK-BLU dengan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangannya. Penilaian kinerja keuangan sebelum dan sesudah penerapan PPK-BLU dilakukan dengan melakukan analisis laporan keuangan,penghitungan rasio-rasio, dan menggunaka aplikasi SPSS 18. Penilaian kinerja keuangan rumah sakit BLU RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dilakukan dengan menganalisis rasio-rasio keuangan yang berkaitan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas manajemen rumah sakit dalam mengelola aktiva untuk meningkatkan operasional yaitu kualitas dan kuantitas pelayanan, rasio solvenitas yang berkaitan dengan kewajiban jangka panjangnya, rasio likuiditas yang berkaitan dengan kewajiban jangka pendeknya, rasio profitabilitas, rasio proporsi, dan rasio pertumbuhan meskipun RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten merupakan organisasi yang tidak berorientasi pada keuntungan sebagai tujuan utamanya. Kinerja keuangan BLU RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten sesudah penerapan PPK-BLU meningkat, tetap, atau menurun dilihat dari rasio-rasio yang berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas operasional manajemen. Hal ini menandakan apakah tujuan PPKBLU untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas dapat dilaksanakan dengan baik oleh manajemen RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Peningkatan kinerja keuangan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten masih berasal dari sumbangan tidak terikat dari pemerintah (APBN) untuk membiayai pengeluaran operasional dan administrasi umum.

The pattern of financial management of Public Service Institution (PPK-BLU) has given flexibility in managing government institutions' finance that have become a BLU in order to use its income directly without transferring it first to the state reserve. This research aims to observe whether there is a difference in financial performance before and after the application of PPKBLU is done by analyzing financial reports, calculating ratios, and utilizing the SPSS v. 18. The evaluation of financial performance in RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten was done by analyzing the financial ratios involved with the efficiency and effectivity of hospital management in managing the activas to improve operational that is the quality and quantity of the service, solvenity ratio which involved with long term responsibilities, liquidity ratio which involved with the short term profitability, proportion ratio, and development ratio even though the hospital is not a profit-oriented organizations. The increase, stagnancy or decrease in the financial performance of BLU RSUP Dr. Soeradji tirtonegoro Klaten after the application of PPK-BLU can be seen from the ratios involved with the efficiency and effectivity of operational management. This signifies if the PPKBLU goals to improve efficiency, effectivity, and productivity can be done well by the management of the hospital. The financial performance improvements in RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten still comes from unbudgeted donation from the government (APBN) to fund the operational expense and general administration.

Kata Kunci : Badan Layanan Umum, kinerja keuangan, rasio keuangan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.