Laporkan Masalah

Analisis Persediaan dengan Menggunakan Konsep Supply Chain Management (SCM) di PT X

Gina Arthur.M, S. E, Dr. Wakhid Slamet Ciptono, MBA, MPM.

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

PT. X adalah suatu perusahaan industri yang bergerak di bidang pengolahan getah latex menjadi sheet (RSS). Salah satu permasalahan yang ada pada perusahaan ini yaitu permasalahan yang terkait dengan persediaan produknya. Kelebihan persediaan dapat menyebabkan biaya penyimpanan dan modal yang tertanam dalam bentuk persediaan tersebut bertambah besar. Sedangkan kekurangan persediaan menyebabkan perusahaan mengalami kehabisan barang. Hal ini disebabkan karena kegiatan logistik Supply Chain yang tradisional sehingga belum terkoordinasi dengan tepat. Persediaan merupakan segala sumber daya organisasi yang disimpan dalam mengantisipasi terhadap pemenuhan permintaan. Jumlah uang yang tertanam dalam bentuk persediaan biasanya sangat besar sehingga persediaan adalah salah satu asset terpenting yang dimiliki Supply Chain. Banyak perusahaan yang memiliki nilai persediaannya melebihi 25% dari nilai keseluruhan asset yang dimiliki. Supply Chain Management adalah modifikasi praktek tradisional dari manajemen logistik yang bersifat adversial (pola-pola yang mementingkan pihakpihak secara individual dan bukan mengacu kepada kinerja kepada keseluruhan) kearah koordinasi dan kemitraan antar pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan aliran informasi dan produk tersebut. Teknik perencanaan persediaan sebagai pendukung Supply Chain Management merupakan tindakan yang sangat penting dalam menghitung berapa jumlah optimal tingkat persediaan bagi tiap Supply Chain, berapa jumlah safety stock yang diperlukan. Dari hasil penelitian didapatkan ukuran pemesanan sheet yang optimal (EOQ) dengan koordinasi antar Supply Chain pada PT. IKN sebesar 26.409 kg dan pada PT. Risupren sebesar 16.641 kg. Sedangkan safety stock sheet PT. IKN sebesar 2.903 kg dan PT. Risupren sebesar 2.649 kg. Setelah didapatkan ukuran pemesanan yang optimal dan jumlah safety stock, dapat diketahui adanya total penghematan biaya pada perusahaan dan retailer, yaitu total penghematan biaya antara perusahaan dengan PT. IKN sebesar Rp. 2.648.291,- dan total penghematan biaya antara perusahaan dengan PT. Risupren sebesar Rp. 1.669.200,- Dengan adanya koordinasi sistem antar Supply Chain secara total, akan memperoleh penghematan biaya-biaya persediaan.

PT. X is an industrial company that active in rubber processing latex become sheet (RSS). One of the existing problems in this company is on its product supply. Supply excess can caused the increasing of invested capital with regard to the goods itself. While if the company are lacking on raw materials, it will face goods scarcity. This is due to traditional method on supply chain which involved incorrect coordination. Raw material supply is vital to be kept as stock to anticipate completion of demand. Raw material supply is one of the primary assets on supply chain. Many companies have its supply value exceeds 25% from total value of entire asset. Supply Chain Management is a traditional modification from logistics management that have the character of adversial (pattern that make account of parties in individu and is not related to performance to entire parties) toward coordination and partnership between involved parties in information management and the product itself. Inventory planning technique as the support system on supply chain management is essential in calculating optimal amount inventory level for every supply chain and amount of safety stock required. Through this research, it is found out that the optimal sheet size order (EOQ) by its relation toward PT IKN ‘s supply chain is 26.409 Kg and toward PT Risupren is 16.641 Kg. After having optimum ordering size and safety stock amount, it is known there are total saving cost on the company and retailer which is on PT IKN as Rp 2.648.291,- and PT Risupren as Rp 1.669.200,-. Therefore with the improved coordination system among total supply chain network, it will provide cost saving on stock supply cost.

Kata Kunci : Rantai Pasokan , persediaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.