FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGANGGURAN DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA, 2005-2009
Adam Mubarak, S.E., Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc,
2012 | Tesis | S2 Magister Ek.PembangunanPengangguran menjadi salah satu masalah yang paling berat untuk diatasi dalam pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi ternyata tidak secara otomatis mengurangi pengangguran, demikian pula alokasi anggaran untuk sektor pendidikan dan peningkatan keterampilan angkatan kerja. Karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengangguran yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilakukan dengan metoda penelitian kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dengan teknik dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan metoda regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengangguran di berbagai daerah kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tenggara terjadi karena pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi terjadi di daerah perkotaan tetapi kurang terjadi pemerataan di daerah kabupaten. Selain itu, pengangguran juga berkaitan dengan rendahnya alokasi anggaran untuk sektor pendidikan yang berdampak pada relatif rendahnya partisipasi pendidikan, dan masih tingginya angka putus sekolah di beberapa dari 12 kabupaten/kota. Hasil estimasi regresi data panel menunjukkan bahwa di antara pendekatan yang digunakan, ternyata hasilnya lebih baik bila estimasi data panel ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan fixed effect dengan pembobotan Cross Section Weight untuk menghilangkan masalah heteroskedastisitas dengan transformasi variabel menjadi logaritma natural (Log), hasilnya lebih baik atau bagus dibandingkan dengan fixed effect dengan cross section weight sebelumnya. Hal ini terlihat dari nilai-nilai statistik yang dihasilkan yang lebih baik, sehingga sampai saat ini model ini adalah yang terbaik dari hasil estimasi regresi data panel terhadap 12 kabupaten/ kota di Provinsi Sulawesi Tenggara. Model ini juga sudah terbebas dari masalah heteroskedastisitas, di mana semua variabel independen adalah signifikan karena semua nilai probabilitasnya menjadi lebih kecil dari 0,05. Model ini tidak mengandung autokorelasi, karena nilai Durbin Watson lebih besar dari batas atas tabel.
Unemployment is one of the mostly severe problems to handle in the local development. The relatively high economic growth did not otomatically reduce unemployment, so did the budget allocation to education sector and the increase of labor force’s skills. Therefore, the objectives of this study are to analyze the unemployment in Southeast Celebes province and to analyze factors influencing the rate of unemployment in Southeast Celebes province. The study was conducted by using a quantitative method. Data used in the study were secondary data acquired by documentary technique. The data collected were analyzed by using a panel data regression with the OLS method. Result of the study indicates that unemployment in various regions at the regency/municipality levels in Southeast Celebes province taken place because the relatively high economic growth occurred in urban areas but the equality did not occurred in regions at regency level. Moreover, unemployment was also related to the low level of budget allocation to education sector with impact of the relatively low level of participation in education, and the relatively high rate of dropout in severap of the 12 regencies/municipalities. Result of the estimation based on the panel data regression shows that among the approaches used, the result was better than that of the use of fixed effect approach with Cross Section Weight to handle heteroskedasticity problem using variabel transformation into natural logarithm (Log), and the result was better than that of the use of the fixed effect with cross section weight before. It can be seen from better statistic values, so this model was the best to estimate the panel data regression of 12 regencies/municipalities in Southeast Celebes province. The model was also free from the heteroskedasticity problem, where all the independent variabels were statistically significant because all the probability values was lower than 0.05. The model did not also contain the autocorrelation, because the Durbin Watson’s values were higher than the limit of table’s values.
Kata Kunci : Penggangguran, Pertumbuhan Ekonomi, Alokasi Anggara di Bidang Pendidikan, dan Masyarakat Terampil Peserta BLKI