Laporkan Masalah

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN KOMPOSISI TUBUH DENGAN DENSITAS MASSA TULANG WANITA DEWASA DI PERWATUSI KOTA PONTIANAK

HERKULINA FARIDA, dr. I Dewa Pramantara S.,Sp.PD,K-Ger

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Penyakit steoporosis merupakan salah satu masalah utama kesehatan masyarakat, karena dapat mengakibatkan kecacatan (disabilitas), morbiditas, menurunnya kualitas hidup dan kematian. Deteksi dini osteoporosis dilakukan melalui pengukuran densitas massa tulang (DMT). Salah satu faktor yang mempengaruhi menurunnya DMT pada wanita adalah berat badan dan komposisi tubuh. Beberapa penelitian membuktikan bahwa berat badan yang ditentukan berdasarkan indeks massa tubuh serta komposisi tubuh yang meliputi massa lemak dan massa bebas lemak dapat menentukan massa tulang. Dari kedua kompartemen tubuh tersebut, apakah massa tubuh tanpa lemak atau massa lemak yang memiliki efek paling besar pada massa tulang belum diketahui secara jelas. Jenis penelitian adalah Tujuan: Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh, massa lemak dan massa bebas lemak dengan densitas massa tulang wanita dewasa. Metode: observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Subyek penelitian adalah wanita dewasa usia 30 sampai 45 tahun di Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Kota Pontianak. Pemilihan subyek secara purposive sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah densitas massa tulang. Variabel independen adalah indeks massa tubuh, komposisi tubuh yang terdiri dari massa lemak dan massa bebas lemak. Variabel potensial counfonder adalah paritas, penggunaan KB hormonal, aktivitas olahraga serta asupan kalsium. Data diolah dengan menggunakan analisis univariabel, bivariabel dengan uji korelasi Pearson, Anova serta independent t-test dan multivariabel dengan menggunakan regresi linier. Hasil: Rerata indeks massa tubuh subjek penelitian 25,6 kg/m², rerata massa lemak 35,6%, rerata massa bebas lemak 64,4% dan rerata DMT adalah 1,05 gr/cm². Hasil analisis bivariabel menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara IMT dengan DMT (r = 0,4; p = 0,004), massa lemak dengan DMT (r = 0,4; p = 0,004), sebaliknya massa bebas lemak dengan DMT menunjukkan hubungan negatif dan signifikan (r = - 0,4; p = 0,004). Kesimpulan: Indeks massa tubuh dan massa lemak berkorelasi positif dengan DMT, sedangkan massa bebas lemak berkorelasi negatif dengan DMT.

Background: Osteoporosis disease is a major problem of public health since it may cause disability, morbidity, declining quality of life and mortality. Osteoporosis can be detected early through measurement of bone density. Factors that affect bone density of women are weight and body composition. Some studies reveal that weight based on BMI and body composition that contains fat mass and fat free mass can determine bone density. Out of these two elements it is still unknown which one that has major effect to bone density. Objective: The study aimed to identify association between BMI, fat mass and fat free mass and bone density of female adults. Method: The study was analytic observational with cross sectional design. Subject of the study were female adults of 30 – 45 years of age at Indonesian Healthy Bone Community Club (Perwatusi) of Pontianak Municipality. Samples were taken purposively. The dependent variable was bone density. The independent variables were BMI and body composition (fat mass and fat free mass). The potential confounder variables were parity, use of hormonal contraception, physical activity and calcium intake. Data were processed using univariate, bivariate with Pearson correlation test, Anova and independent t-test and multivariate with linear regression. Results: Average score of BMI of the subject was 25.6 kg/m2; average of fat mass was 35.6%; average of fat free mass was 64.4% and average of bone density was 1.05 gr/cm2. The result of bivariate analysis showed there was positive significant association between BMI and bone density (r = 0.4; p = 0.004); between fat mass and bone density (r = 0.4; p = 0.004); on the contrary there was negative significant association between fat free mass and bone density (r = - 04; p = 0.004). Conclusion: BMI and fat mass had positive correlation with bone density; whereas fat free mass had negative correlation with bone density.

Kata Kunci : Densitas massa tulang, indeks massa tubuh, massa lemak dan massa bebas lemak.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.