Laporkan Masalah

Evaluasi Pengelolaan Obat di Instansi Farmasi Rumah Sakit (Studi Kasus Rumah Sakit Karya Bhakti Bogor)

Arief Boediman, Dr. Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE.

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Salah satu fungsi manajerial yang sangat penting dalam operasional suatu perusahaan adalah pengendalian persediaan (inventory control), karena kebijakan persediaan secara fisik akan berkaitan dengan investasi dan juga pelayanan kepada pelanggan. Tujuan utama dari pengendalian persediaan adalah agar perusahaan selalu mempunyai persediaan dalam jumlah yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam spesifikasi atau mutu yang telah ditentukan sehingga kontinuitas usaha dapat terjamin atau tidak terganggu. Instalasi farmasi sebuah rumah sakit perlu mendapatkan pengelolaan yang optimal dikarenakan disamping memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan pelayanan serta pemasukan juga akan mempengaruhi besarnya pengeluaran bagi rumah sakit tersebut. Dengan kebijakan persediaan yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan obat yang optimal maka rumah sakit tidak akan mengalami kekurangan ataupun kelebihan persediaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengelolaan obat yang telah dilakukan oleh Divisi Farmasi Rumah Sakit Karya Bhakti telah efisien. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Indikator Efisiensi Pengelolaan Obat pada jurnal Pengembangan Indikator Efisiensi Pengelolaan Obat di Farmasi Rumah Sakit. (Pudjaningsih dan Santoso, 2006) Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat di RS Karya Bhakti belum efisien. Hal ini ditunjukkan dari 15 indikator pengelolaan obat dengan 11 indikator yang sudah mempunyai standar, terdapat 8 indikator yang tidak sesuai dengan standar yaitu indikator perbandingan antara jumlah item obat yang ada dalam perencanaan dengan jumlah item obat dalam kenyataan pemakaian, indikator frekuensi pengadaan tiap item obat, indikator frekuensi kesalahan faktur, indikator kecocokan antara barang dengan kartu stok, indikator persentase obat yang diserahkan, indikator kesalahan resep, indikator persentase resep yang tidak bisa dilayani, dan indikator persentase resep dengan obat di dalam DOEN/formularium. Hanya 3 indikator yang sudah sesuai dengan standar yaitu indikator sistem penataan gudang farmasi, indikator persentase nilai obat yang kadaluarsa atau rusak, dan indikator rata-rata waktu yang digunakan untuk melayani resep sampai ke tangan pasien untuk resep Non Racikan dan resep Racikan.

Inventory control is one of the most important managerial functions in the operation of a company. The function of inventory control will relate to the investment and also service to customers. The main objective of inventory control is to keep inventory in the precise level of number, time, and in the specification or quality that has been determined in order to fulfill the business continuity. Pharmacy Installation needs to get an optimal management due to direct contributions on hospital operation not only in service level but in financial statement of income and expenditure also. With inventory policies that adjusted to the requirements then the hospital will not have a shortage or excess supply of medicines. This research aims to find out the efficient level of inventory control in pharmacy division of Rumah Sakit Karya Bhakti. Research method used the Pharmacy Efficiency Management Indicator in the journal Pengembangan Indikator Efisiensi Pengelolaan Obat di Farmasi Rumah Sakit. (Pudjaningsih dan Santoso, 2006) The results showed that the medication management in the Rumah Sakit Karya Bhakti has not been efficient. It is shown from the 15 indicators with 11 indicators that already have standards, 8 indicators are not in accordance with standards, that is indicator of comparison between the number of items that are in planning with a number of items usage in reality, procurement frequency, invoice error frequency, compatibility between the goods with the card stock, the item given percentage, prescription errors, percentage of prescriptions that can not be served, and percentage of prescription in the DOEN/formulary. Only 3 indicators are in accordance with the standard that is indicator of pharmaceutical warehouse arrangement system, percentage of the value expired or defective items, and the average time that is used to serve prescription into the patients for Non Racikan and Racikan prescriptions.

Kata Kunci : Pengelolaan obat, indikator, efisiensi, instalasi farmasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.