Analisis Budaya Organisasi di Koperasi Telekomunikasi Selular
Andini Eka Hapsari, S. Psi, Dr. Supra Wimbarti, M.Sc.
2012 | Tesis | S2 Magister ManajemenBudaya organisasi adalah sebuah topik dalam organisasi yang kompleks dan memerlukan penjelasan yang rinci. Pendefinisian budaya organisasi telah merujuk pada keseluruhan pengetahuan dalam sebuah organisasi yang saling terkait, dimana budaya berakar pada sumber yang abstrak dan bawah sadar namun ditampilkan dalam praktek-praktek dan perilaku-perilaku yang nyata. Koperasi Telekomunikasi Selular (kiSEL) sebagai sebuah entitas bisnis dengan bentuk organisasi berupa koperasi yang merupakan soko guru perekonomian Indonesia dimana dalam menjalankan praktek-praktek bisnisnya untuk mencapai target pendapatan ditujukan untuk kesejahteraan anggota koperasi. Sistem koperasi yang berlaku di organisasi akan mewarnai budaya organisasi yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran budaya organisasi di Koperasi Telekomunikasi Selular agar dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan yang diteliti dalam memahami budaya organisasinya demi mengoptimalkan kinerja organisasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model The Competing Values Framework dengan alat ukur adalah Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) dimana enam dimensi (karakteristik dominan, kepemimpinan organisasional, pengelolaan karyawan, ikatan organisasi, titik berat strategi, dan kriteria keberhasilan) digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana budaya organisasi perusahaan. Hasil penelitian menyatakan bahwa budaya organisasi kiSEL adalah (1) budaya dengan jenis budaya organisasi hierarki sebagai budaya yang dipersepsikan dimiliki saat ini, dan (2) jenis budaya organisasi klan sebagai budaya yang dipersepsikan sebagai budaya ideal atau yang diharapkan dimiliki di masa yang akan datang. Penelitian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kedua jenis budaya tersebut.
Organizational culture is clearly a complex subject. Organizational culture definition refers to the totality of knowledge in an organization that its elements are interlocking; culture is rooted deep in unconscious sources but is represented in superficial practices and behavior codes. Koperasi Telekomunikasi Selular (kiSEL) is a business entity which has a cooperative organization form – a pillar of the economy of Indonesia – where in its business practices is to achieve the organization target in order to give welfare to the members of cooperative. Cooperative system that applied in kiSEL will give an influence to kiSEL’s organizational culture. The objective of this research is to get a clear picture of organizational culture in Koperasi Telekomunikasi Selular (kiSEL) in order to giving deep understanding to the organization about their organizational culture toward organization performance optimalization. This research is using Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI), as developed by Cameron and Quinn (1999) based on the Competing Values Framework (CVF), is used to measure organizational culture. Six dimensions (dominant characteristics, organizational leadership, managementof employees, organizational glue, strategic emphases and criteria of success) are used to identify the culture of an organization. The findings of this research are (1) a hierarchy culture as the existing kiSEL’s organizational culture, and (2) a clan culture as the preferred kiSEL’s organizational culture. The paper will explain clearly about those two types of organizational culture.
Kata Kunci : Budaya Organisasi, The Competing Values Framework, Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI)