Laporkan Masalah

STUDI EKSPLORATORI KESELARASAN STRATEGI TEKNOLOGI INFORMASI DAN STRATEGI BISNIS

Wahyuni, Ir.M.Sc., Prof. Dr. Jogiyanto Hartono, MBA., Ph.D.

2012 | Disertasi | S3 Manajemen

Keselarasan strategik atau kesesuaian antara teknologi informasi (TI) dengan strategi bisnis masih menjadi topik bahasan para eksekutif di seluruh dunia. Dari waktu-ke-waktu usaha untuk mewujudkan keselarasan menjadi jauh lebih rumit, sementara Disjatimerusaha untuk melakukan adaptasi strategi bisnisnya terhadap dinamika lingkungan perusahaan. Merencanakan keselarasan pada situasi yang tidak menentu tersebut memiliki resiko, terutama saat Disjatimerusaha memformulasikan seberapa fleksibel infrastruktur TI perlu disediakan dalam rangka mewujudkan keselarasan tersebut. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana perusahan mewujudkan keselarasan strategik dan kerangka kebijakan yang melandasi usaha mewujudkan keselarasan strategik tersebut, terutama yang terkait dengan faktor yang paling dominan dalam memberikan andil terhadap terwujudnya keselarasan strategik yaitu fleksibilitas infrastruktur TI. Untuk tujuan tersebut penelitian ini melakukan eksplorasi terhadap empat perusahaan yang bergerak dalam bidang kelistrikan, komunikasi, dan perminyakan sebagai kasus. Penelitian ini diawali dengan asesmen terhadap kondisi keselarasan masing-masing kasus, dilanjutkan dengan diskusi dan in depth interview dengan para pejabat dan staf yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan analisis, rancangan dan implementasi baik strategi bisnis maupun strategi TI. Dengan menggunakan data hasil survei, rincian wawancara dengan para kasus, serta sesumber fakta yang relevan, penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen karakteristik yang merefleksikan infrastruktur TI yang fleksibel, yang kemudian menyalurkan potensinya untuk mewujudkan keselarasan strategik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk dapat mewujudkan keselarasan strategik, perusahaan perlu mengembangkan infrastruktur TI yang fleksibel, yang dalam penelitian ini diidentifikasi sebagai memiliki lima karakteristik utama, yaitu konektivitas, kompatibilitas, modularitas, integrasi, dan pengetahuan maupun ketrampilan staf TI. Dengan infrastruktur TI yang fleksibel maka perubahan strategi bisnis dapat dengan cepat, mudah dan murah untuk diantisipasi dan didukung, sehingga keselarasan dapat terwujud atau dipertahankan.

Interaction and linkages between business and information technology (IT) strategies remain a primary concern among executives. The effort to pursuit these alignment becomes more and more complicated, while the companies seek to conduct the business strategy adaptations to a dynamic corporate environment. In that condition, alignment plan is risky, especially when companies are striving to formulate how flexible are IT infrastructures need to be provided in order to realize. This study aims to gain an in depth understanding on how companies achieve alignment and the policy framework that underlies the efforts, particularly those that associated with the most dominant factor that contribute to the establishment of strategic alignment, namely IT infrastructures flexibility. For that purpose, the study explored four companies engaged in the field of oil, electricity, and communication. Started by assessing the alignment condition on each case, this study conducting some discussions and in depth interviews with officials and staffs in charge of the analysis, design and implementation of both business strategies and IT strategies. Using survey data, details of interviews, as well as sources of some relevant facts, the study identified elements that reflect IT infrastructures flexibilities namely connectivity, compatibility, modularity, IT staff knowledge and skills, and integration. From the finding of this study it can be seen that the process of achieving alignment is not a simple task. It requires companies to be aware of five elements that can affect IT alignment. Those elements are covering both technical and behavioral dimensions of company’s components that need to be included into the consideration during the planning phase.

Kata Kunci : keselarasan strategik, fleksibilitas infrastruktur TI, konektivitas, kompatibilitas, modularitas, integrasi, pengetahuan dan ketrampilan staf TI


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.