POTENSI FUNGI ENDOFIT TERHADAP PENGENDALIAN FUNGI PATOGEN PENYEBAB BUSUK BATANG PADA ANGGREK Dendrobium (Sonia x White Beauty)
Badaria, Dr. Rina Sri Kasiamdari
2012 | Tesis | S2 BiologiDendrobium termasuk anggrek yang mudah dalam pemeliharaannya namun juga merupakan anggrek yang paling sering terserang hama dan penyakit seperti busuk batang. Pada saat ini pengendalian terhadap serangan hama dan penyakit banyak dilakukan dengan menggunakan fungisida kimiawi, namun penggunaan fungisida kimiawi dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, karena itu diperlukan penanganan yang ramah lingkungan, salah satunya dengan memanfaatkan isolat-isolat fungi endofit untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan identifikasi fungi patogen penyebab busuk batang pada Dendrobium sp., mengisolasi fungi endofit dari perakaran D.discolor, dan untuk mengetahui potensi isolat fungi endofit sebagai agen pengendali hayati dalam menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum secara in vitro dan in vivo. Penelitian ini menggunakan dua isolat fungi endofit dan satu isolat fungi patogen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan masingmasing perlakuan dengan 3 kali ulangan. Uji antagonis secara in vitro dilakukan dengan metode dual kultur, kemudian diukur daya hambat fungi endofit terhadap pertumbuhan F.oxysporum sedangkan uji antagonis secara in vivo dilakukan pada seedlings Dendrobium (Sonia x White Beauty) umur 7 bulan dengan masa inkubasi 8 minggu. Parameter yang diukur dalam uji antagonis in vivo adalah pertambahan panjang daun, pertambahan lebar daun, dan persentase infeksi fungi endofit dan F.oxysporum. Data yang didapat selanjutnya dianalisis dengan one way anova, dilanjutkan dengan DMRT. Hasil uji antagonis secara in vitro menunjukan Ceratorhiza sp.1 dan Ceratorhiza sp.2 berpotensi menghambat pertumbuhan F.oxysporum dengan persentase penghambatan terbesar ditunjukkan oleh Ceratorhiza sp.2 sebesar 75,39 % dan Ceratorhiza sp.1 sebesar 71,20 %, sedangkan pada uji antagonis secara in vivo juga berpotensi menghambat laju infeksi F.oxysporum, dan berpotensi mengurangi persentase infeksi akar oleh F.oxysporum dari 65,67 % berkurang menjadi 41,33 % dengan penginokulasian Ceratorhiza sp.1 dan berkurang menjadi 41,67 % dengan penginokulasian Ceratorhiza sp.2. Pada pertambahan panjang dan lebar daun hingga minggu ke-8 kontrol dan perlakuan dengan Ceratorhiza sp.1 tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata tetapi pada perlakuan dengan Ceratorhiza sp.2 menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata.
Dendrobium belongs to orchid that is easy to maintain; but it is also the most frequently attacked by pests and diseases including stem rot. Recently, pest and disease control is mostly conducted by applying chemical fungicides; however, the application of chemical fungicides may cause environment pollution; therefore, environmental-friendly treatment is required. One of them is conducted by utilizing endophytic fungi isolates to improve its resistance against diseases. This research aimed to isolate and identify the stem rot-causing pathogenic fungi in Dendrobium sp., isolate endophytic fungi from D. discolor roots, and identify the potentials of endophytic fungi isolates as biological control agent in inhabiting Fusarium oxysporum, in vitro and in vivo. This research used two isolates of endophytic fungi and one isolate of pathogenic fungi by utilizing Completely Random Design (CRD), with three repetitions in individual treatment. In vitro antagonist test was carried out by using dual culture method; then, measurement was performed in terms of the inhibition of endophytic fungi against F.oxysporum growth; while, in vivo antagonist test was carried out on the 7-month Dendrobium (Sonia x White Beauty) seedlings with incubation period of 8 weeks. Parameter measured in this in vivo antagonist test involved leaf length increment, leaf width increment, and the infection percentages of endophitic fungi and F.oxysporum. The data collected were, then, analyzed by using one way anova, and followed with DMRT. The result of in vitro antagonist test showed that Ceratorhiza sp.l and Ceratorhiza sp.2 potentially inhibited the growth of F.oxysporum with the higher inhibition percentage indicated by the Ceratorhiza sp.2 and Ceratorhiza sp.l of 75.39 % and 71.20 %, respectively; while in vivo antagonist test also showed that the infection level of F.oxysporum was inhibited, and the root infection percentage levels was reduced by F.oxysporum from 65.67% to 41.33 % by Ceratorhiza sp.l inoculation and from 65.67% to 41.67 % by inoculating Ceratorhiza sp.2. inoculation. In terms of the leaf length and width, on the final observation week (the 8th week), the control and treatment with Ceratorhiza sp.l did not indicate significant different effects; however, in the treatment with Ceratorhiza sp.2, significant different effects was detected.
Kata Kunci : Dendrobium Kata kunci : sp., fungi endofit, busuk batang.