“PERENCANAAN PROMOSI JABATAN STRUKTURAL†(Studi Kasus di Kabupaten Polewali Mandar)
M. Junaid AR, SE, Prof. Dr. Warsito Utomo
2012 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikSetelah berlakunya otonomi daerah, maka daerah memiliki kekuasaan untuk mengelola kepegawaian termasuk dalam menentukan promosi jabatan struktural. Di Kabupaten Polewali Mandar, proses promosi jabatan struktural secara administratif dilakukan oleh BKDD (Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah) dan Baperjakat. Namun demikian proses rekrutmen dan promosi yang dilakukan diindikasikan belum sepenuhnya mengacu pada ketentuan UU No 34 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, yang menuntut proses tersebut dilakukan secara porofesional. Proses pengambilan keputusan yang ada masih dipengaruhi oleh keputusan politik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa perencanaan promosi jabatan dan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan promosi jabatan di Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi pustaka. Data wawancara digunakan untuk mendapatkan data primer sedangkan data dokumen digunakan untuk mendapatkan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data dan penyimpulan. Dilakukan dengan cara mengmpulkan data dan memilah-milahnya sesuai dengan relevan di data. Selanjutnya data dideskripsikan untuk menjawab rumusan masalah dan diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan promosi jabatan struktural dilakukan dengan langkah Pertama, dilakukan analisis dan rancang bangun pekerjaan. Analisis pekerjaan menyediakan informasi bagi organisasi yang telah mereka dapatkan dari deskripsi tugas dan melakukan penilaian pekerjaan. Proses menentukan tingkat kesulitan suatu pekerjaan. Kedua, Ada lowongan dan informasi peluang. Di dalam suatu organisasi mesti tersedia informasi mengenai peluang yang akan diduduki oleh calon seseorang yang telah memenuhi syarat administratif untuk menduduki pos tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan promosi jabatan struktural di Kabupaten Polewali Mandar antara lain: pertama, faktor kejujuran. Penilaian kejujuran calon dilakukan secara administratif dengan menggunakan portofolio Dokumen Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) yang ada, yang merupakan dokumen resmi hasil penilaian atasan terhadap calon yang rencananya akan dipromosikan. Namun ditengarai bahwa skor nilai yang ada di dokumen DP 3 tidak sepenuhnya otentik dalam proses pengisiannya. Kedua, faktor disiplin, di Kabupaten Polewali Mandar, faktor kedisplinan sebagai salah satu faktor dalam pengangkatan pejabat struktural. Dasar administratrif untuk menilai kedisplinan ini selain DP 3 adalah catatatn presensi kehadiran. Ketiga, faktor kerjasama, faktor kerjasama digunakan oleh Baparjagat dan BKDD dalam mempertimbangkan seseorang untuk menduduki jabatan struktural. Kerjasama ini dipandang merupakan hal yang sangat penting, mengingat bahwa pejabat struktural akan mengelola organisasi. Dasar adnministratifnya adalah DP 3 ditambah dengan verifikasi khususnya untuk Eselon III ke atas. Keempat, faktor prestasi kerja, penilaian prestasi kerja ini memang merupakan faktor yang menjadi bahan pertimbangan oleh Baparjakat maupun BKDD. Dasar administratif yang digunakan adalah DP3, yang didalamnya memuat salah satu point mengenai nilai prestasi kerja calon. Kelima. Faktor kecakapan, kecakapan digunakan oleh Baperjakat dan BKDD dalam mempertimbangkan seseorang untuk menduduki jabatan struktural. Keenam, Faktor tingkat pendidikan, tingkat pendidikan merupakan syarat mutlak untuk promosi jabatan. Dan hal tersebut telah diatur dengan jelas mengenai tingkat pendidikan maupun diklat lain untuk jabatan yang baru. Ketujuh, faktor pengalaman, faktor pengalaman di sini dijadikan acuan dalam pengangkatan seseorang ke dalam jabatan struktural. Berdasar hasil penelitian juga menunjukkan bahwa proses administratif dan seleksi yang dilakukan oleh BKDD dan Baperjakat banyak yang kemudian menjadi mentah kembali karena otoritas Bupati dengan pertimbangan politik.
After the enactment of the regional autonomy, the regions have the power to manage personnel administration including in determining the promotion ofstructural position. Inthe regency of PolewaliMandar, the process of structural job promotion was performed administratively by BKDD (the Agency of Personnel and Regional Training) and Baperjakat. However the process of recruitment and promotion performed had been indicated that it had not fully referred to the provisions of Act No. 34 of 1999 on the points of personnel, demanding that the process should be performed in professional way. The available decision-making process is still influenced by political decisions. The purpose of this research is to describe and analyze the planning of positionpromotion and to understand the factors affecting the planning of position promotion in PolewaliMandar. The descriptive qualitative method with Phenomenology approach was used in this research. Thedetermination of informant in this research was performed intentionally (purposive sampling). Data collection techniques used is interviews and library studies. Interview data were used to obtain primary data while the documentdata wereused to obtain secondary ones. Data analyses wereconducted with the step sequences of reduction, presentation and conclusion of data. The analysis were performed by means of collecting and sortingthe data according to their relevancy, then it were described, to respond to the formulation of problems, and (were) concluded. The results showed that the planning of structural position promotion had been conducted through the sequence of steps, i.e. firstly, the analysis and the building of work design were conducted. The analysis of work provided information for the organization they got from the description of duties and also for the assessment of work. The process of determining the job difficulty level.Secondly, there are vacancies and the information of opportunities. In an organization there must be available information on the opportunities which will be occupiedby the prospective fulfilling the administrative qualification to occupy certain administration post. Factors influencing the planning of structural post promotion in PolewaliMandar regency among others are: The first, the factor of honesty. The assessment of honesty was performed administratively by using theavailable portfolio of Implementation Assessment list Documents(DP3), which is an official document of the result of assessment by supervisor toward promoting candidate.But, it was alleged that the value of score written in the DP3 document was not completely authentic in its filling process. The second, the factor of discipline inthe PolewaliMandar regency. The discipline factor as one of those influencing factors, inthe appointment of structural officials. Administrative reason for assessing this disciplinary (in addition to DP3) is the notes of presence. The third, the factor of cooperation. Cooperation factor was applied by Baparjagat and BKDD in considering someone to occupy structural position. This cooperation was considered being very important, given that structural officers would manage an organization. The administrative reason was that DP3 coupled with special verification for the Echelon III upwards.The fourth,the factor of job performance. This job performance assessment was indeed a factor that into consideration by Baparjakat or BKDD. Administrative reason used was DP3 containing one point about the value of job performance prospective. The Fifth, the factor of know-how (skills). Skills was used by Baperjakat and BKDD in considering someone who is to occupy structural position.The sixth, the factor of education level. The education level was an absolute requirement for promotion. It has been set out clearly on the level of education or training for new position.The seventh, the factor of experience. The experience factor here was made reference in the appointment of a person in to structural position. Based on the results of research, it was shown that much of administrative and selection processes performed by BKDD and Baperjakat later were useless because of the authority of regent which was much influenced by practical politics.
Kata Kunci : otonomi daerah, Kabupaten Polewali Mandar, promosi jabatan struktural