ZONASI TINGKAT RISIKO BENCANA GEMPABUMI DI KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN, PROPINSI JAWA TENGAH
Saptono Budi Samodro, ST., Prof. Dr. H. Suratman, M.Sc.
2012 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganKecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang rawan bencana gempabumi. Pada saat terjadi gempabumi tahun 2006, sebagian besar daerah mengalami kerusakan bangunan yang cukup parah. Namun demikian terdapat juga daerah yang hanya mengalami kerusakan sedang dan ringan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan menganalisis zonasi tingkat risiko bencana gempabumi di wilayah Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Penyusunan zonasi tingkat risiko bencana gempabumi mendasarkan pada formula Hyogo yang menyatakan bahwa risiko merupakan fungsi dari bahaya dikalikan dengan kerentanan dibagi dengan ketahanan. Parameter bahaya yang dianalisis meliputi sudut lereng, beda tinggi, jenis litologi, ketebalan sedimen lepas, kedalaman muka airtanah, percepatan tanah maksimum, amplifikasi. Parameter kerentanan meliputi persentase rumah tidak memenuhi standar kualitas bangunan, jumlah bangunan fasilitas umum, jumlah penduduk, kepadatan penduduk, jumlah penduduk usia rentan, jumlah penyandang cacat, jumlah pasar dan toko/warung, serta jenis penggunaan lahan. Parameter ketahanan meliputi jumlah prasarana kesehatan, keberadaan kelembagaan penanggulangan bencana, dan sosialisasi pengurangan risiko bencana. Masing-masing parameter diberi skor 1 – 3, serta diberi bobot antara 1 - 3 sesuai dengan besarnya pengaruh pada risiko bencana gempabumi. Analisis data menggunakan sistem overlay menggunakan program Arc View. Hasil akhir dari overlay zonasi tingkat bahaya, zonasi tingkat kerentanan, dan zonasi tingkat ketahanan menggunakan formula Hyogo diperoleh zonasi tingkat risiko bencana gempabumi di Kecamatan Bayat. Dari hasil zonasi tersebut diketahui bahwa sebagian besar wilayah Kecamatan Bayat mempunyai tingkat risiko menengah, sebagian mempunyai tingkat risiko rendah, serta sebagian kecil mempunyai tingkat risiko tinggi.
The area of Bayat District , Klaten Regency, Central Java Province is one of an highly earthquake hazard-prone areas. In the 2006 earthquake, most of the area suffered from building collapse. However, there are also areas that only experienced moderate and light damages. This research aims to develop and to analysis earthquake risk disaster zoning in Bayat District, Klaten Regency, Central Java Province. Formulation of zoning of an earthquake disaster risk is based on Hyogo formula’s where risk is a function of the hazard multiplied by vulnerability divided by capacity. The hazard parameters include angle of slope, height difference, type of rock, loose sediments thickness, groundwater depth, peak ground acceleration, and amplification. The parameters of the vulnerability are percentage of houses of under qualified buildings, number of public facility buildings, population, population density, number of people in vulnerable age, number of disabled persons, number of traditional markets and stalls, as well as land use. The capacity parameters include number of infrastructures of health, disaster relief agencies, and existence and dissemination of disaster risk reduction. Each parameter is given a score of 1-3, as well as given a weighting of 1 to 3, depending on the influence of each parameters to the risk of an earthquake disaster. Data analysis used the overlay system utilizing Arc view software. The end result of overlaying the hazard zoning , the vulnerability and the capacity zonings using Hyogo formula’s is the zonation of earthquake disaster risk in Bayat District. From the results show that most of the Bayat District has a moderate level of risk of earthquake disaster. However, other parts have low or high levels of risk.
Kata Kunci : Zonasi, tingkat resiko, gempa bumi