Laporkan Masalah

FAKTOR-FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PRIMER PADA PETANI DI KECAMATAN PARAKAN KABUPATEN TEMANGGUNG

Lisa Wahidatul, dr. Dewa Putu P.S.,Sp.,PD.,K.Ger

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Temanggung merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Penyakit hipertensi memiliki angka kejadian kasus yang tertinggi dibandingkan dengan penyakit tidak menular lainnya. Kecamatan Parakan merupakan kecamatan di Kabupaten Temanggung yang angka kejadian hipertensinya paling tinggi dibanding kecamatan lainnya. Variabel yang diteliti yaitu stres, merokok, konsumsi minuman beralkohol, dan kebiasaan minum kopi, asupan natrium, dan indeks massa tubuh. Tujuan: Mengetahui hubungan kejadian hipertensi pada petani di Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung dengan faktor-faktor risiko yang mempengaruhinya. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain kasus kontrol, dan melakukan matching terhadap umur dan jenis kelamin.Sampel terdiri dari 278 petani yang tinggal di Kecamatan Parakan, dengan perbandingan 139 kasus (petani yang didiagnosa menderita hipertensi primer, kasus baru) dan 139 kontrol (petani yang didiagnosa tidak menderita hipertensi primer). Hasil: Hasil dari analisis multivariat menunjukan faktor risiko yang signifikan berhubungan dengan kejadian hipertensi primer pada petani yaitu stres OR: 12.8 (p=0.000, 95%CI: 5.14-32.15), merokok OR: 10.81 (p=0.000, 95%CI: 2,85-40,97), dan asupan natrium OR: 5.96 (p=0.000, 95%CI: 2,21-16,04), dan minum kopi OR: 3.94 (p=0.026, 95%CI: 1,17-13,23) Kesimpulan: Stres adalah faktor risiko yang paling dominan menyebabkan hipertensi primer pada petani di Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung.

Background: Temanggung is a district from Central Java of which its major inhabitants are farmers. Hypertension has higher incidence rate than any other non communicable diseases. Subdistrict of Parakan has the highest incidence rate of hypertension at District of Temanggung. The variables studied are stress, smoking, alcoholic drink and coffee consumption, natrium intake, and body mass index. Objective: To identify the incidence of hypertension in farmers at Subdistrict of Parakan, District of Temanggung and influencing risk factors. Method: The study was analytic observational. It used case control study design through matching against age and gender. Samples consisted of 278 farmers living at Subdistrict of Parakan, comprising 139 cases (those diagnosed having primary hypertension, new cases) and 139 control (those diagnosed not having primary hypertension). Results: The result of multivariate analysis showed risk factors significantly associated with the incidence of primary hypertension in farmers were stress OR: 12.8 (p=0.000, 95%CI: 5.14-32.15), smoking OR: 10.81 (p=0.000, 95%CI: 2,85-40,97), natrium intake OR: 5.96 (p=0.000, 95%CI: 2,21-16,04), and coffee consumption OR: 3.94 (p=0.026, 95%CI: 1,17-13,23). Conclusion: Stress was risk factor that most dominantly caused primary hypertension in farmers at Subdistrict of Parakan, District of Temanggung.

Kata Kunci : Faktor risiko, hipertensi primer, petani, Kecamatan Parakan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.