Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA OBESITAS, AKTIFITAS FISIK, MEROKOK DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN PRADIABETES PADA LAKI-LAKI USIA ≥ 45 TAHUN DI KOTA YOGYAKARTA

Dita Retno Pratiwi, dr. R. Bowo Pramono, SpPD

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Pradiabetes merupakan keadaan yang terjadi jika kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal tapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis diabetes. Orang dengan pradiabetes dalam perkembangannya mempunyai tiga kemungkinan yaitu sekitar 1/3 akan berkembang menjadi DM tipe 2, 1/3 berikutnya akan tetap menjadi pradiabetes sedangkan 1/3 sisanya menjadi normoglikemi. Berdasarkan Riskesdas tahun 2007, di Indonesia prevalensi TGT yang didapat hampir dua kali lipat prevalensi DM yaitu total DM 5,7% dan TGT 10,2%. Prevalensi DM dan TGT di propinsi D.I. Yogyakarta yaitu 5,4% dan 8,4%. Berdasarkan laporan Surveilans Terpadu Penyakit (STP) Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, prevalensi diabetes melitus dari tahun 2008 sampai tahun 2010 terus meningkat, pada tahun 2008 yaitu 0,36%, tahun 2009 yaitu 0,36% dan pada tahun 2010 yaitu 0,46%. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi terdiri dari ras dan etnik, riwayat keluarga dengan diabetes serta usia. Faktor risiko yang bisa dimodifikasi yaitu berat badan lebih (IMT > 23kg/m2), kurangnya aktivitas fisik, hipertensi, dislipidemia dan merokok. Tujuan: Tujuan umum penelitian, untuk mengetahui faktor risiko kejadian pradiabetes pada laki-laki usia ≥ 45 tahun di Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta Metode penelitian: Penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancangan cross sectional, dengan tujuan untuk mempelajari hubungan antara obesitas, aktifitas fisik, perilaku merokok dan riwayat DM dalam keluarga dengan pradiabetes yang diukur melalui pengukuran sesaat dan waktu yang bersamaan. Sampel dalam penelitian ini adalah 141 sampel. Analisis data dengan uji statistik yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat dilakukan untuk melihat hubungan antara obesitas, aktifitas fisik, merokok dan riwayat DM dalam keluarga dengan kejadian pradiabetes. Hasil: Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor risiko yang mempunyai hubungan bermakna untuk kejadian pradiabetes adalah obesitas (p-value = 0,016), merokok (p-value = 0,038), aktifitas fisik (p-value = 0,000) dan riwayat keluarga (pvalue = 0,000). Kesimpulan: Obesitas, perilaku merokok, aktifitas fisik dan riwayat keluarga mempunyai hubungan yang bermakna secara statistik dan merupakan faktor risiko untuk terjadinya pradiabetes pada laki-laki usia ≥ 45 tahun di Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta.

Background: Pre-diabetes is a condition that occurs when blood glucose levels higher than normal but not high enough to be diagnosed with diabetes. People with pre-diabetes in its development has three possibilities, about 1/3 will develop into type 2 diabetes, 1/3 will remain a pre-diabetic, while 1/3 the rest into normoglikemi. Based Riskesdas 2007, in Indonesia the prevalence of IGT gained almost twice the prevalence of DM is 5.7% of total DM and IGT 10.2%. The prevalence of DM and IGT in D.I. Yogyakarta is 5.4% and 8.4%. Base on the Integrated Disease Surveillance report (STP) Yogyakarta City Health Department, the prevalence of diabetes mellitus from 2008 until 2010 increased, in the year 2008 is 0.36%, in 2009 is 0.36% and in 2010 is 0.46% . Risk factors that can not be modified consists of race and ethnicity, family history of diabetes and age. The modifiable risk factors are overweight (BMI> 23 kg/m2), physical inactivity, hypertension, dyslipidemia and smoking. Objective: To determine the incidence of pre-diabetes risk factors in men aged ≥ 45 years in Danurejan, the district of Yogyakarta. Research Methods: The study design was a cross-sectional to study the relationship between obesity, physical activity, smoking and family history of DM in the prediabetes. The sample in this study was as many as 141 people. Analysis of data is univariate anaysis, bivariate analysis and multivariate analysis. Result: There is significant association between obesity with prediabetes (p-value = 0,016), smoking with pre-diabetes (p-value = 0,038), physical activity with prediabetes (p-value = 0,000) dan family history of DM with pre-diabetes (pvalue = 0,000). Conclusions: Obesity, smoking, physical activity and family history of DM had a significant relationship and is a risk factor for the occurrence of pre-diabetes in men aged ≥ 45 years in District Danurejan city of Yogyakarta.

Kata Kunci : Pradiabetes, obesitas, aktifitas Fisik, merokok, riwayat DM dalam keluarga


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.