FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN DAN PERAN BINTAL DALAM MENEKAN KASUS PERCERAIAN KELUARGA PRAJURIT/PNS DALAM MENDUKUNG KETAHANAN KELUARGA (STUDI KASUS PERCERAIAN DI BINTALDAM JAYA)
Suyadi, Prof. Drs. Kasto, MA,
2012 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalSetiap pasangan yang hidup dalam sebuah rumah tangga selalu mendambakan adanya keluarga yang bahagia, sejahtera lahir dan bathin. Namun tidak semua pasangan hidup dapat mewujudkannya, bahkan sebaliknya keluarganya tidak harmonis dan berakhir dengan perceraian, walaupun mereka sadar bahwa sesungguhnya perceraian itu halal/syah tapi dibenci oleh Allah SWT. Sebelum reformasi 1998 perceraian di keluarga prajurit dan PNS merupakan suatu hal yang tabu, karena merupakan suatu aib keluarga dan akan berpengaruh terhadap proses jenjang karier dan kepangkatan seseorang. Namun setelah reformasi bergulir dan seiring perkembangan keterbukaan informasi perceraian menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah rumah tangga, sehingga kasus perceraian di keluarga prajurit dan PNS menjadi meningkat. Dalam penulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini ingin melihat berapa jumlah kasus perceraian dan apa yang menjadi faktor penyebab dalam perceraian dan bagaimana peran pembinaan mental dalam menekan kasus perceraian serta bagaimana peran pembinaan mental dalam mendukung ketahanan keluarga (yang dilakukan di Bintaldam Jaya). Hasilnya menunjukkan bahwa dari 83 kasus perceraian ada 10 faktor penyebab perceraian bagi keluarga prajurit dan PNS Kodam Jaya dan enam dari delapan fungsi keluarga yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya sehingga berpengaruh terhadap perceraian serta adanya faktor keterbukaan informasi dan tidak berpengaruhnya perceraian terhadap karier dalam kedinasan, pembinaan mental memiliki peran yang positif dalam keharmonisan dan kebahagiaan rumah tangga tetapi belum dapat menekan kasus perceraian, baru sebatas menunda waktu perceraian saja, sedangkan dalam mendukung ketahanan keluarga pembinaan mental memiliki peran yang positif. Oleh karena itu salah satu upaya yang perlu ditempuh oleh Bintal adalah memperbanyak waktu untuk bimbingan, penyuluhan dan perawatan kepada keluarga prajurit dan PNS agar keluarganya menjadi harmonis untuk mendukung ketahanan keluarga.
Every couple who lived in a household has always longed for a happy family, spiritual and physical welfare. But all of spouse can make it happen, not even the otherwise harmonious family and ended in divorce, although they were aware that the actual divorce is lawful / unlawful but hated by Allah SWT. Before the 1998 reform of divorce in families of soldiers and civil servants is a taboo subject, because it is disgrace to the family and will affect the person’s career and rank. But after the reform era as the development of information disclosure and divorce in families of soldiers and civil servants to be increased. This study wanted to see what is the factor causing the divorce and how the mental coaching role in suppressing the rate of divorce and how the mental coaching role in supporting family resilience (done in Bintaldam Jaya). the result show that there are 10 causes of divorce for families of soldiers and civil servants Military District and six of the eight functions of the family who can not function properly and therefore contributes to divorce as well as the factors are not influential in information disclosure and divorce of the career and service, mental coaching has a role positive in harmony and happiness of the household but have not been able to push the divorce rate, divorce is merely delaying the time course, whereas in the mental development of family support has a positive role. Therefore, an effort that needs to be achieved by bintal is to multiply the time for guidance, counseling and care to the families of soldiers and their families civil servants to be harmonized to support family resilience.
Kata Kunci : Pembinaan Mental, perceraian dan ketahanan keluarga.