Laporkan Masalah

STUDI PENGARUH HIDROLIKA, NAUNGAN, DAN POINT SOURCE TERHADAP DO-BOD SUNGAI MENGGUNAKAN MODEL QUAL2Kw (STUDI KASUS: SUNGAI GAJAHWONG, YOGYAKARTA)

A. DYAH NOVITASARI LESTARI, Dr Eko Sugiharto, DEA.

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kimia

Penelitian ini mempelajari beberapa variabel yang berpengaruh terhadap kualitas air Sungai Gajahwong Yogyakarta dalam rangka penyusunan strategi pengelolaan kualitas air dan penanggulangan pencemaran air. Penelitian dilakukan dengan mengkaji pengaruh karakteristik hidrolika (koefisien kekasaran Manning (0,04-0,08), lebar dasar sungai (1-15 m), dan kemiringan dasar sungai (0,035- 0,088 m/m)), naungan (10-70%), dan beban pencemar bahan organik dari point source (debit (0,001-0,2 m 3 /s) dan konsentrasi BOD (10-100 mg/L)) terhadap DO-BOD dengan menggunakan model QUAL2Kw, serta menerapkannya untuk studi kasus Sungai Gajahwong. Sebagai indikator pengelolaan kualitas air diselidiki jarak dan waktu tempuh pemulihan DO-BOD. Simulasi pada Sungai Gajahwong dilakukan dengan memodelkan kondisi eksisting tahun 2011 yang diverifikasi dengan data tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan koefisien kekasaran Manning maupun lebar dasar sungai; memperpendek jarak tempuh pemulihan DO, memperpanjang waktu tempuh pemulihan DO, serta memperpendek jarak dan waktu tempuh pemulihan BOD. Kenaikan kemiringan dasar sungai maupun naungan; memperpendek jarak dan waktu tempuh pemulihan DO, namun cenderung memperpanjang jarak dan waktu tempuh pemulihan BOD. Kenaikan debit maupun konsentrasi point source memperpanjang jarak dan waktu tempuh pemulihan DO-BOD sungai. Pemodelan QUAL2Kw untuk kondisi Sungai Gajahwong tahun 2011 menunjukkan bahwa konsentrasi BOD sungai tersebut telah melebihi baku mutu air kelas II. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pengelolaan kualitas air dan penanggulangan pencemaran air pada Sungai Gajahwong dapat dilakukan dengan strategi pembuatan IPAL komunal di setiap kabupaten yang dilalui sungai tersebut dengan penurunan konsentrasi BOD hulu hingga 2 mg/L. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model QUAL2Kw dapat digunakan dalam studi proses pemulihan DO-BOD untuk membuat strategi pengelolaan kualitas air sungai.

This research studied variables that affect water quality of Gajahwong River in preparing management and mitigation of water pollution. The study examined effects of hydraulic (n Manning (0.04-0.08), river’s bottom width (1-15 m), and river’s bottom slope (0.035-0.088 m/m)), shade (10-70 %), and point source load (discharges (0.001-0.2 m 3 /s) and BOD concentrations (10-100 mg/L)) to DO-BOD using QUAL2Kw model, then apply them to Gajahwong River. As water quality management indicators, distance and travel time of DO-BOD recovery have been investigated. Simulations of Gajahwong River were done by modeling 2011 conditions and verified with 2012 data. The results showed that both the increasing of n Manning and the river’s bottom width shortened the travel distance of DO recovery, extended the travel time of DO recovery, shortened travel distance and time of BOD recovery. Both the increasing of river’s bottom slope and shade shortened travel distance and time of DO recovery, but tend to extend travel distance and time of BOD recovery. Both the increasing of point source flow and concentration extended travel distance and time of DO-BOD recovery. QUAL2Kw modeling results of Gajahwong River showed that BOD concentration of the river has exceeded water quality standards class II. Simulations showed that management and control of Gajahwong River pollution can be done by creating communal WWTP in each district along the river with reduction of the upstream BOD concentration to 2 mg/L. These results showed that QUAL2Kw model can be used in studying DO- BOD recovery process to make river water quality management strategies.

Kata Kunci : DO-BOD, QUAL2Kw, Sungai Gajahwong


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.