Laporkan Masalah

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN DENGAN KINERJA PEGAWAI (Studi Kasus di Kementerian Agama Kabupaten Kediri, JawaTimur)

AJENG WAHYU PUSPITASARI, Dr. Soeratno, M.Ec.

2012 | Tesis | Ekonomi Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon pegawai Kementerian Agama Kabupaten Kediri terhadap pelaksanaan kegiatan “Shalat Malam” serta dampak (manfaat) kegiatan “Shalat Malam” terhadap produktivitas pegawai Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Total jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang terdiri dari 24 responden dari Kantor Urusan Agama (KUA) dan 6 responden dari penyuluh agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan cara menyebarkan kuesioner, kemudian data dikuantifikasi yaitu data diolah dengan cara memberi skor tertentu dan atau memberi ranking. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari total 30 responden, sebanyak 24 orang atau 80% responden menyatakan setuju dengan adanya kegiatan “Shalat Malam”. Rincian hasil responden dari Kantor Urusan Agama (KUA) menunjukkan sebanyak 20 orang atau 67% responden KUA setuju dengan kegiatan “Shalat Malam”. Hasil kuesioner dari responden penyuluh menunjukkan sebanyak 4 orang atau 13% responden penyuluh menyatakan setuju atas pelaksanaan kegiatan “Shalat Malam”. Pelaksanaan kegiatan “Shalat Malam” tidak terlepas dari peran pemimpin yang secara aktif mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan “Shalat Malam”. Adanya budaya organisasi yang bernilai kebaikan dan didukung oleh peran aktif dari pimpinan akan menciptakan suasana lingkungan kerja yang kondusif dan nyaman, sehingga dapat mempengaruhi semangat anggota organisasi untuk meningkatkan produktivitas kinerja.

The aim of this research is to analyze the employers respond of Religion Ministry’s of Kediri Regency and also the effect of tahajjud towards employers’ performance in Religion Ministry of Kediri Regency. The sample chose by purposive sampling technique. Total amount of respondents in this research are 30 respondents that consist of 24 respondents from the office of religion affair and 6 respondents from the religion advisory. The research use a qualitative method by spreading the questions to the respondents, then scoring or ranking the questions. The result is 80% respondents’ state that they agree to tahajjud. It consists of 67% respondents from the office of religion affair and 13% respondents from the religion advisory, state that they agree to tahajjud. The tahajjud is held because of the important role and full support from the leader who is actively asks people to follow tahajjud. An organizational culture must have a good value so it can create a good situation in office. A good situation can stimulate a motivation to increase the employers’ performance in office.

Kata Kunci : Shalat malam, budaya organisasi dan kepemimpinan, kinerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.