PENGARUH ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KEEKSTENSIFAN PORTOFOLIO ALIANSI STRATEGIK DENGAN DIMODERASI OLEH KEMELEKATAN SOSIAL KASUS USAHA MENENGAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Daru Tri Hidayat, S.T.P., Dr. Harsono, MSc
2012 | Tesis | S2 ManajemenAliansi bukan akuisisi maupun divestasi dan perusahaan melakukan aliansi dikarenakan keterbatasan sumberdaya yang dimilikinya. Hal itu dilakukan agar perusahaan lebih kompeten dan berkelanjutan dalam usahanya, serta mampu bersaing di lingkungan bisnis yang semakin kompetitif Keekstensifan portofolio aliansi strategik dipengaruhi secara langsung oleh orienasi kewirausahaan yang dimensinya meliputi keinovasian, keproaktifan dan keberanian berisiko. Hubungan tersebut semakin diperkuat oleh pemoderasi kemelekatan sosial yang terdiri dari dimensi kohesi sosial dan realisasi diri. Penelitian dengan konteks di atas belum pemah dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta maupun tingkat nasional . Data penelitian diambil dengan metode survei dan menggunakan kuesioner. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik atau pengelola perusahaan skala menengah yang diharapkan tahu pasti semua proses tersebut. Data yang diperoleh merupakan persepsi dan pemilik atau pengelola dari Usaha Menengah. Pengujian hipotesis dari penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dan regresi hierarki. Hasil pengujian menunjukkan kesemua hipotesis terdukung, selain itu ditemukan pada jenis perusahaan manufaktur/produksi mempunyai tingkat orientasi kewirausahaan dan kemelekatan sosial yang mempengaruhi keekstensifan portofolio aliansi strategik yang relatif lebih tinggi daripada perusahaan yang bergerak di bidangjasa.
Alliance is not acquisition and divestment, and corporate does the alliance because of its limited resources. In doing so, the company can be more competent and sustainable in its business, and be able to compete in an increasingly competitive business environment. Strategic alliance portfolio extensiveness are directly affected by entrepreneurship orientation with dimensions are: innovativeness, proactiveness and risk taking. This relation is further more strengthened by moderated social embeddedness that consists of a dimension of social cohesion and self-realization. This kind of research has not yet been done both in Yogyakarta and on the national level. Data were collected by using survey and questionnaire. Respondents in this study are the owner or manager of a medium-scale enterprise who are expected to know precisely all these processes. The obtained data is the perception of the owner or manager of Medium Enterprises. For testing the hypothesis, this study uses a simple regression analysis and hierarchical regression. Research finding showed that all these hypotheses are supported, moreover it is found on the type of manufacturing/production has a level of entrepreneurial orientation and social embeddedness affect strategic alliance portfolio extensiveness is relatively higher than the company engaged in the service sector.
Kata Kunci : Orientasi kewirausahaan, kemelekatan sosial , keekstensifan portofolio aliansi strategik, kompeten