Laporkan Masalah

HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN PERILAKU IBU DALAM PENCARIAN PELAYANAN KESEHATAN BALITA DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT Penelitian Pasca Gem

Yulinar Wusanani, Prof. dr. Djauhar Ismail, MPH, Ph.D, Sp.AK

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan anak

Latar belakang. Keterlambatan pencarian pelayanan kesehatan merupakan salah satu penyebab tingginya kematian akibat ISPA. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku pencarian pelayanan kesehatan antara lain status sosial ekonomi, usia ibu, pendidikan ibu, persepsi orang tua, usia anak, jenis kelamin anak, jumlah balita dalam keluarga, dan bencana alam. Tujuan. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat sosial ekonomi keluarga dengan perilaku ibu dalam pencarian pelayanan kesehatan balita dengan ISPA. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional menggunakan data sekunder dari survei Child Health Need Assessment (CHNA). Data pada survei CHNA diperoleh dengan wawancara terhadap orang tua atau wali balita menggunakan kuesioner terstruktur. Untuk menilai variabel yang berpengaruh terhadap perilaku pencarian pelayanan kesehatan, dilakukan analisis regresi logistik. Hasil. Dari 665 balita yang diikutsertakan dalam penelitian ini, terdapat 442 (66,5%) balita dengan gejala ISPA. Sebagian besar (81,7%) ibu balita dengan ISPA mempunyai perilaku pencarian pelayanan kesehatan yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status sosial ekonomi keluarga tidak mempengaruhi perilaku pencarian pelayanan kesehatan bagi balita dengan ISPA (OR 1,33; IK 95% 0,79- 2,24). Usia ibu, pendidikan ibu, usia anak, jenis kelamin anak, jumlah balita dalam keluarga, persepsi orang tua dan kerusakan rumah akibat gempa juga tidak berpengaruh pada perilaku pencarian pelayanan kesehatan bagi balita dengan ISPA. Simpulan. Setelah terjadinya gempa, status sosial ekonomi, usia ibu, pendidikan ibu, usia anak, jenis kelamin anak, jumlah balita dalam keluarga, persepsi orang tua dan kerusakan rumah tidak mempengaruhi perilaku ibu dalam pencarian pelayanan kesehatan bagi balita dengan ISPA.

Background. Delay in health seeking behavior is one of the causes of high mortality in children due to acute respiratory infection (ARI). Factors that may affect health care seeking behavior are socioeconomic status, maternal age, maternal education, parents’ perception, child’s age, the number of children under five in the family, and natural disaster. Objective. To figure out the relationship between socio economic status and mother’s healthcare seeking behavior for children under five with ARI. Method. This is a cross sectional study using secondary data obtained from a survey of Child Health Need Assessment (CHNA). The data was collected by interviewing parents or guardian of children under five using structured questionnaire. To value variables affecting the health seeking behavior for children under five with ARI analysis of logistic regression was used. Results. Of the 665 infants enrolled in this study, there were 442 (66,5%) infants with ARI. Health care seeking behavior in the majority (81,7%) mothers was good. The result of this study show that socioeconomic status did not affect the health care seeking behavior for children under five with ARI (OR 1.33; 95% CI 0.79 to 2.24). Maternal age, maternal education, child age, child gender, number of children under five in the family, parents’ percepcions to and damage to houses caused by the earthquake also had no effect on health care seeking behavior in children with ARI. Conclusion. After the earthquake, socioeconomic status,, maternal age, maternal education, child age, child gender, number of children under five in the family, parents’ percepcions to and damage to houses had no effect on health care seeking behavior in children with ARI.

Kata Kunci : perilaku pencarian pelayanan kesehatan, infeksi saluran pernapasan akut, anak, sosial ekonomi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.