Laporkan Masalah

HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN INTENSITAS PENCAHAYAAN TERHADAP NYERI TENGKUK PADA PEKERJA PERMAK JEANS DI WILAYAH TERBAN YOGYAKARTA

Wiwik Mulyani, SKM, Dr.dr. Lientje Setyawati Maurits, MS, SP.Ok,

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Latar Belakang: Permasalahan kesehatan kerja yang sering tidak diperhatikan bahkan dilupakan adalah masalah kondisi dan lingkungan kerja, seperti risiko pekerjaan, jam kerja yang berkepanjangan dan tidak teratur, isi pekerjaan dalam bentuk pekerjaan fisik yang berat, gizi yang tidak optimal, sikap dan posisi kerja yang tidak alami, kebisingan, pencahayaan dan panas, akan menimbulkan rasa tidak nyaman dalam bekerja pada pekerja permak jeans di wilayah Terban Yogyakarta. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dan intensitas pencahayaan terhadap nyeri tengkuk pada pekerja permak jeans di wilayah Terban Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah total dari populasi yaitu 30 pekerja. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kadar hemoglobin dan intensitas pencahayaan dan variabel terikatnya adalah nyeri tengkuk. Analisis yang digunakan Korelasi Pearson yaitu untuk menguji hubungan kadar hemoglobin dan intensitas pencahayaan terhadap nyeri tengkuk. Hasil Penelitian: Setiap pekerja permak jeans memiliki risiko merasakan nyeri tengkuk. Hasil uji analisis sampel Kolmogorov Smirnov Test menunjukkan bahwa kadar hemoglobin p=0,200, intensitas pencahayaan p=0,200 dan nyeri tengkuk p=0,000 dengan demikian variabel berdistribusi normal. Hasil uji Korelasi Pearson diperoleh kadar hemoglobin dengan nilai p=0,431 (>0,05) maka tidak ada hubungan antara kadar hemoglobin terhadap nyeri tengkuk pada pekerja permak jeans, intensitas pencahayaan dengan nilai p=0,013 (p<0,05) maka ada hubungan antara intensitas pencahayaan terhadap nyeri tengkuk pada pekerja permak jeans di wilayah Terban Yogyakarta. Hasil uji Regresi kedua variabel tersebut didapatkan nilai R Square sebesar 0,222. hal ini menunjukkan besarnya kontribusi intensitas pencahayaan terhadap peningkatan nyeri tengkuk sebesar 22,2%, sementara 77,8% disebabkan oleh faktor lainnya. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kadar hemoglobin terhadap nyeri tengkuk, namun ada hubungan antara intensitas pencahayaan terhadap nyeri tengkuk pada pekerja permak jeans di wilayah Terban yogyakarta.

Background: Occupational health problems are often not attention and even forgotten concuring working conditions and environment, such as an occupational hazard, prolonged and irregular working hours, the job which come in the form of hard physical work, nutrition problem, work attitude and position which are not natural, noise, light intensity and heat, which will cause any discomfort in work to the jeans makeover workers in the area of Terban, Yogyakarta. Study Objectives: To determine the relationship between hemoglobin level and light intensity on the neck pain of the jeans makeover workers in the area of Terban, Yogyakarta. Research Method: This thesis applicated Cross Sectional Method. The sample of this research is the total of population, which consist of 30 workers. The independent variable in this researcah are the hemoglobin level and light intensity, while the dependent variable is the nape pain. Analysis was used is Pearson correlation which aims to examine the relationship between hemoglobin level and light intensity on the nape pain. Research Result: The results of Kolmogorof Smirnov Test sample analysis showed that the level of hemoglobin p = 0,200, light intensity p = 0,200, and nape pain p = 0,000. thus three variables are normally distributed. Test results obtained from Pearson correlation hemoglobin levels of p-value = 0,431 (p>0,05), can be said that there is no correlation between hemoglobin levels with nape pain of jeans makeover workers, the light intensity is = 0,013 (p<0,05) can be said that there is a correlation between the light intensity on the nape pain of jeans makeover workers in the area of Terban, Yogyakarta. Regression test result of both variables obtained the value of R square of 0,222. This shows the big impact of light intensity contribution to the increase of 22.2% nape pain, while 77,8% are caused by other factors. Conclusion: There is no correlation between hemoglobin levels with nape pain, there is a correlation between the light intensity with nape pain of jeans makeover workers in the area of terban, Yogyakarta.

Kata Kunci : Kadar Hemoglobin, Intensitas Pencahayaan, Nyeri Tengkuk, Pekerja Permak Jeans.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.