FAKTOR-FAKTOR PROGNOSTIK TERJADINYA ASMA EPISODIK SERING PADA ANAK
Sulaiman Hamid, dr. Amalia Setyati, Sp.A.
2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDSAsma merupakan masalah kesehatan utama yang mempengaruhi anakanak di seluruh dunia. Angka kunjungan ke unit rawat darurat dan perawatan di rumah sakit karena serangan asma serta asma yang tidak terkontrol masih sangat tinggi. Serangan berulang asma merupakan beban kesehatan yang nyata. Beban ekonomi, kualitas hidup dan kematian merupakan ancaman pada setiap serangan asma. Untuk mencegah hal tersebut, perlu mengetahui faktor prediktor terjadinya serangan asma sering. Tujuan penelitian ini adalah mencari faktor prediktor asma episodik sering untuk dapat digunakan sebagai dasar penatalaksanaan asma lebih lanjut. Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif. Sampel penelitian adalah pasien asma usia ≥ 7 tahun yang berobat di RSUP Dr. Sardjito mulai Januari 2005 sampai dengan Desember 2010, terdiagnosis asma maksimal usia 5 tahun, dan di follow up sampai usia 7 tahun. Pasien dengan penyakit jantung dan penyakit paru khronis yang lain dikeluarkan dari penelitian. Untuk menentukan faktor prediktor digunakan analisis regresi mutrivariat Sebanyak 96 anak memenuhi kriteria inklusi, 2 anak dikeluarkan karena mempunyai kelainan jantung. Median usia saat terdiagnosis asma adalah 2 tahun. Persentase asma episodik sering sebanyak 36,4%, median umur saat terjadinya serangan asma episodik sering adalah 4 tahun. Faktor prediktor yang bermakna adalah respon terapi awal. Respon terapi awal buruk mempunyai nilai p 0,002, RR 9 dengan interval kepercayaan 2-33, sehingga merupakan faktor prediktor asma episodik sering yang kuat.
Asthma is a major public health problem affecting millions of children worldwide. The incidence of emergency visits due to acute exacerbations and admission rates resulted from frequent and uncontrolled disease is fairly high. The exacerbations mostly account for morbidity, affecting quality of life and high cost. It is important to identify the predictor factors for frequent asthma exacerbation. The aim of this study was to assess the predictor factors for frequent episodic asthma among the children A retrospective cohort study was conducted in RSUP Dr. Sardjito from January 2005 to December 2010. Inclusion criteria were asthmatic children aged ≥7 years, diagnosed with asthma at maximum age of 5 years, and were followed up to age of 7 years. Patients with heart disease and other chronic lung diseases were excluded. Multivariate regression was used to determine the predictor factors. A total of 96 children met the inclusion criteria, 2 children were excluded due to heart abnormalities. The median age at diagnosis of asthma was 2,0 years. The percentage of frequent episodic asthma was 36.4%, median age at occurrence of frequent episodic asthma attack was 4 years. The significant predictor factor was initial therapeutic response (RR 9; CI 2-33).
Kata Kunci : faktor prediktor, asma episodik sering, anak