OPTIMASI POTENSI HASIL BERBAGAI VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) MELALUI PENGATURAN POPULASI DAN PEMUPUKAN NITROGEN PADA DUA KONDISI PENGAIRAN
Andhika Wisnu Putranto, S.P, Prof. Dr. Ir. Tohari, M.Sc.,
2012 | Tesis | S2 AgronomiVarietas, populasi, pupuk N, dan cara pemberian air banyak dilaporkan sebagai faktor yang berpotensi menetukan tingkat produsi tanaman padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi saat ini telah mengembangkan tiga tipe varietas, yaitu inbrida, hibrida dan padi tipe baru (PTB). Untuk mengaktualisasi potensi hasilnya, masing-masing tipe varietas tersebut membutuhkan cara pengelolaan yang berbeda. Perbedaan populasi yang dihasilkan melalui pengaturan jarak tanam (20cm x 20cm) dan (27cm x 27cm) serta pengaturan porsi dosis aplikasi pupuk N telah dijadikan perlakuan penelitian masing-masing pada kondisi pengairan digenang terus dan intermitten. ( Rancangan percobaan yang digunakan Split-split plot dengan 4 ulangan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: 1) Hasil panen padi pada kondisi intermiten relatif lebih rendah tetapi secara statistik tidak berbeda nyata daripada yang selalu digenang. Penurunan produksi padi ini lebih disebabkan karena adanya persaingan dengan gulma yang lebih tinggi terkait dengan jumlah spesies gulma yang lebih banyak dan komposisi gulma yang lebih padat pada kondisi intermitten. Konsumsi air dihemat dan efisiensi penggunaan air ditingkatkan dari sekitar 0,66 kg/m 3 pada kondisi digenang menjadi 0,71 kg/m 3 pada kondisi intermitten, (2) Padi hibrida hasilnya lebih tinggi dari padi inbrida maupun PTB, baik pada kondisi digenang maupun intermitten. Rata-rata produktivitas yang dicapai berturut-turut sebesar 7,20 t/ha untuk padi hibrida Rokan, 5,39 t/ha untuk PTB BP 360 dan 6,34 t/ha untuk inbrida Ciherang, (3) Apabila ditanam dengan jarak tanam longgar (27 cm x 27 cm) meskipun secara individu tanaman padi dapat menghasilkan pertumbuhan lebih baik, tetapi produktivitasnya 16,47% lebih rendah dibandingkan yang ditanam dengan jarak tanam rapat (20 cm x 20 cm), dan (4) Pengaturan dosis aplikasi pupuk N tidak nyata berpengaruh terhadap produksi, baik pada kondisi digenang maupun intermitten. Apakah porsi pupuk N diberikan tinggi sebagai pupuk dasar ketika pemupukan awal (60-45-30) atau sebaliknya pada saat pemupukan yang terakhir (30-45-60) kg N/ha/aplikasi tidak mempengaruhi pertumbuhan maupun komponen hasil.
Variety, population, N fertilizer, and irrigation method has been reported as the factors determine of rice yield level. The Institute of Rice Research Centre has developed of three type varieties namely inbred, hybrid, and new plant type (NPT) rice. To achieve of the yield potential, each variety require different management. Population different as the result of planting density management (20cm x 20cm) and (27cm x 27cm) also adjustment of dose N fertilizer application has been used as the treatment of the experiment under continuous flooded and intermitten irrigation condition. flooded The design used was Split-split-plot with four replications. The result show that: (1) Rice yields in the conditions of intermittent relatively lower but not statistically significantly different than it always . Decline in rice production is more due to higher weed competitive related to the number of weed species and more dense composition of the weed in the intermittent condition. Conserved of water consumption and water use efficiency increased from about 0.66 kg/m3 under flooded to 0.71 kg/m3 when in intermittent conditions, (2) Hybrid rice were higher than inbred rice and NPT, either on the condition of flooded or intermittent. The average productivity achieved by successive 7.20 t ha-1 for Rokan hybrid rice, 5.39 t ha-1 for NPT promissing line of BP 360 and 6.34 t ha-1 for inbred of Ciherang, (3) Eventhough the individual rice plants can produce better growth if planted with widwer spacing (27 cm x 27 cm), but productivity is 16.47% lower than that planted with closer spacing (20 cm x 20 cm), and (4) Dose of fertilizer N application did not significantly affect the production, either on continous flooded or intermittent conditions. A high portion of fertilizer N was applied as a basal fertilizer (60-45-30) or otherwise at the last split of fertilization (30-45-60) kg N ha-1 application-1 it does not affect the growth and yield components.
Kata Kunci : Varietas, pupuk N, populasi, cara pengairan, padi.