ANALISIS USAHATANI TEMBAKAU POLA KEMITRAAN DAN MANDIRI DI DESA LEGOKSARI KECAMATAN TLOGOMULYO KABUPATEN TEMANGGUNG
TRI SUKMA AGGRAENI, Dr. Ir. Slamet Hartono MS
2012 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianSalah satu subsektor perkebunan yang saat ini sudah berkembang cukup signifikan adalah tembakau, dimana sebagian besar petani menanam tembakau karena tanaman ini dianggap dapat memberikan nilai tambah yang lebih bila dibandingkan dengan sub sektor lain. Tembakau Temanggung dikenal sangat berkualitas dibandingkan tembakau dari daerah manapun. Untuk mengatasi masalah permodalan serta permasalahan-permasalahan yang lainnya, sebagian besar petani tembakau di Temanggung melakukan kerja sama dengan perusahaan industri rokok dalam negeri. Melalui kemitraan usaha tersebut diharapkan dapat secara cepat bersimbiose mutualistik sehingga kekurangan dan keterbatasan yang dialami oleh petani tembakau dapat teratasi. Penelitian ini bertujuan: 1. Mengetahui produksi dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tembakau pola kemitraan dan mandiri, 2. Untuk mengetahui pendapatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pada usahatani tembakau pola kemitraan dan mandiri, 3. Untuk mengetahui efisiensi alokatif penggunaan input pada usahatani tembakau pola kemitraan dan mandiri 4. Mengetahui risiko produksi dan risiko pendapatan usahatani tembakau. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan primer dengan mengambil 60 petani contoh yang terdiri atas 30 petani pola kemitraan dan 30 petani pola mandiri. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan pendapatan usahatani tembakau pola kemitraan dan mandiri digunakan analisis regresi Ordinay Least Square (OLS), untuk mengetahui perbedaan antara pendapatan usahatani tembakau pola kemitraan dan mandiri digunakan uji beda, untuk mengetahui efisiensi alokatif usahatani tembakau pola kemitraan dan mandiri digunakan test efisiensi alokatif dan untuk mengetahui risiko produksi dan risiko pendapatan menggunakan koefisien variasi. Berdasarkan dari hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi produksi adalah tenaga kerja, jumlah pupuk organik, jumlah pupuk anorganik, pestisida dan dummy kemitraan, sedangkan faktor yang mempengaruhi pendapatan adalah harga pestisida, luas lahan ,dan dummy kemitraan. Dari hasil Tes efisiensi menunjukkan, belum efisien secara alokatif, sedangkan penggunaan pupuk organic, pupuk anorganik dan pestisida sudah efisien. Risiko produksi dan risiko pendapatan petani pola kemitraan lebih tinggi daripada petani pola mandiri.
One of the plantation sub-sector is now growing quite significantly is tobacco, where most farmers grow tobacco because this plant is considered to provide more added value when compared to other subsectors. Temanggung is known for quality tobacco than the tobacco of any area. To overcome the problem of capital and other issues, the majority of tobacco farmers in Temanggung working with the company's domestic tobacco industry. Through this business partnership is expected to be fast so that the mutualistic symbiosis flaws and limitations faced by tobacco farmers can be resolved. This study aims to: 1. Knowing the production and the factors that influence the production of tobacco and independent partnership, 2. To find out the income and factors that affect farm income on tobacco and independent partnership, 3. To find out the allocative efficiency of input use on tobacco farming and independent partnership 4. Knowing the risks of production and the risk of tobacco farm income. This study uses secondary data and primary by taking 60 farmers sample of 30 farmers and 30 farmers' partnership patterns independently. To determine the factors affecting farm production and income patterns of tobacco use and independent partnerships Ordinay Least Square regression (OLS), to know the difference between the tobacco farm income and independent partnership used different test, to determine the allocative efficiency of tobacco farming partnership and self-test is used to determine the allocative efficiency and production risk and income risk using coefisien variation. Based on the results of the analysis indicate that the factors that influence the production is labor, the amount of organic fertilizer, the amount of inorganic fertilizers, pesticides and dummy partnership, while the factors that affect revenue is the price of pesticides, land area, and dummy partnerships. From the test results show the efficiency, not allocative efficient, while the use of organic fertilizers, inorganic fertilizers and pesticides has been efficient. Production risk and the risk of partnership income of farmers is higher than the pattern of independent farmers.
Kata Kunci : Usahatani, Petani Kemitraan, Petani Mandiri, Produksi, Pendapatan, Efisiensi Alokatif, Risiko