Laporkan Masalah

LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA): ENERGI DAN EMISI PADA PENANGKAPAN DAN PENGALENGAN IKAN (Study Kasus Pada CV. Pasific Harvest, Muncar Banyuwangi)

MIFTAHUL CHOIRON, Dr. Ir. R. Wahyu Supartono

2012 | Tesis | S2 Teknologi Industri Pertanian

Selat Bali memiliki potensi ikan lemuru yang sangat tinggi. Ikan lemuru banyak digunakan sebagai bahan baku ikan sarden kaleng. Permasalahan lingkungan yang utama dalam pengalengan ikan adalah air limbah, limbah padat, penggunaan air, penggunaan energi, emisi gas dan limbah berbahaya. Salah satu metode yang biasa dilakukan untuk mengevaluasi produk sepanjang siklus hidupnya adalah menggunakan Life Cycle Assessment. Tahapan dari metode Life Cycle Assessment adalah diawali dengan penetapan tujuan dan ruang lingkup penelitian, melakukan analisis inventarisasi, melakukan analisis dampak dan terakhir dilakukan interpretasi dimana termasuk didalamnya terdapat kesimpulan dan rekomendasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi gas yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian, dibutuhkan energi sebanyak 2798.72 MJ untuk kegiatan penangkapan dan pengiriman setiap ton ikan ke pabrik pengalengan ikan di Muncar, Banyuwangi. Sedangkan emisi yang dilepaskan untuk menangkap dan mengirimkan ikan ke pabrik pengalengan ikan sebesar 3080.79 g CO2, 238.68 g SO2 dan 726.98 g gas NOx. Seluruh emisi gas berasal dari penggunaan bahan bakar fosil (solar) sebagai bahan bakar untuk mesin kapal dan penerangan. Pada proses pengalengan ikan, terdapat 4 sumber energi sebagai inputnya yaitu energi manusia, energi listrik, energi kayu dan energi solar. Secara keseluruhan energi yang dibutuhkan adalah 3925.18 MJ untuk setiap ton ikan yang dikalengkan. Kebutuhan energi terbesar berada pada subsistem 8 yang merupakan proses sterilisasi komersil dengan kebutuhan energi sebesar 2878.31 MJ/ton ikan dengan kontribusi energi terbesar berasal dari sumber energi kayu sebesar 2860.47 MJ/ton ikan. Pelepasan emisi CO2 ke udara selama proses pengalengan ikan sebesar 12194.49 g dengan kontribusi terbesar pada subsistem 8 yang merupakan proses sterilisasi sebesar 4014.21 g. Untuk gas SO2 yang dilepaskan untuk setiap ton ikan dikalengkan sebesar 60.35 g dan untuk gas NOx sebesar 405.88 g. Potensi dampak efek rumah kaca yang ditimbulkan selama kegiatan penangkapan ikan dan pengalengan ikan sebesar 15.78 ton CO2/tahun dan 62.46 ton CO2/tahun atau total sebesar 78.24 ton/tahun, sedangkan untuk total potensi dampak acidification seperti terjadinya hujan asam sebesar 1.53 ton SO2/tahun dan NOx sebesar 5.80 ton NOx/tahun. Upaya untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi dapat dilakukan pada tiap tahapan proses, baik penangkapan maupun pengalengan ikan. Pengendalian pada tahapan-tahapan yang memiliki kontribusi besar terhadap penggunaan energi dan pelepasan emisi akan memberikan dampak yang signifikan dalam hal efisiensi energi dan reduksi emisi.

Energy is absolutely necessary in an industrial activity. High efficiency in energy consumption will increase the competition of industry. The aim of this study was to evaluate energy consumption and gases emission from catch and canned fish production in CV.Pasific Harvest, Banyuwangi, Indonesia. LCA is use to analyze energy consumption and gases emission released by fish canning industry. It has four main steps to complete the LCA method; those are determining goal and scope, inventory analysis, environment impact analysis and interpretation. Energy consumed on fishing activity is 2798.2 MJ/ton of fish and released 3080.79 grams CO2, 238 grams SO2 and 726 grams NOx. Energy consumed on canned fish production is 3925.18 MJ/ton of fish and released 12194.49 grams CO2, 60.35 grams SO2 and 405.88 grams NOx. Sterilization is the highest stage in the use of energy and the release of gases emission. Energy consumption on fishing activities in Muncar and canned fish production in CV.Pasific Harvest is efficient and release low emission. Best Available Techniques can be used to improve the efficiency of energy use and gases emission reductions. Best Available Techniques (BAT) includes water reuse and recovery, machinery maintenance and use of alternative energy resource.

Kata Kunci : Life Cycle Assessment, Canned Fish Production, Best Available Techniques


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.