Laporkan Masalah

IMPLEMENTASI PROGRAM KB DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL PADA ERA DESENTRALISASI

Leksi Goeslaw, SIP, Dr. Agus Heruanto Hadna

2012 | Tesis | S2 Magister Adm. Publik

Penelitian ini berlatar belakang implementasi program KB di Kabupaten Gunung Kidul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program KB di Kabupaten Gunung Kidul dan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program KB di Kabupaten Gunung Kidul. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah aktor-aktor yang terlibat dalam implementasi program KB, mulai dari tingkat kabupaten yang dijalankan oleh suatu badan hingga aktor di tingkat desa. Subjek penelitian adalah pegawai pegawai Badan Pemberdayaan Perempuan, Masyarakat dan KB (BPPM dan KB), petugas PLKB, dan akseptor KB. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara dan studi dokumentasi. Wawancara ditujukan kepada pegawai Badan Pemberdayaan Perempuan, Masyarakat dan KB (BPPM dan KB), petugas PLKB dan warga masyarakat. Data dianalisis dengan teknik analisis kualitatif deskriptif Hasil penelitian memperlihatkan sebagai berikut: pertama, implementasi program KB tampak dari upaya memberdayakan masyarakat, menggalang kemitraan dalam peningkatan kesejahteraan, meningkatkan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi, meningkatkan promosi, dan meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan. Impelementasi program KB di Kabupaten Gunungkidul tampak dari pelaksanaan misi KB yang meliputi (1) Menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk menjadi sekitar 1,14 persen per tahun di mana di Kabupaten Gunungkidul telah mencapai 0,95 persen; (2) Total fertilitas rate (TFR) menjadi 1,4 di bawah 2,2 per perempuan; Menurunnya persentase pasangan usia subur yang tidak terlayani menjadi 6 persen; (3) Meningkatnya kesertaan KB laki-laki menjadi 4,5 persen, (4) Meningkatnya penggunaan kontrasepsi yang efektif dan efisien, (5) Meningkatnya usia kawin pertama perempuan menjadi 21 tahun. Di Kabupaten Gunungkidul masih ada 10% yang menikah pada usia kurang dari 16 tahun. Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program KB di Kabupaten Gunungkidul yaitu komitmen pemerintah, struktur administrasi pemerintahan terkait dengan otonomi daerah, dan keterlibatan lembaga sosial kemasyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi program KB dipengaruhi oleh banyak pihak seperti pemerintah, masyarakat, dan LSM yang saling bekerjasama. Implementasi program KB tidak hanya dilihat dari hasilnya seperti tampak pada indikator keberhasilan program KB, tetapi juga pada proses bagaimana pemerintah mengupayakan program KB diimplementasikan.

This research is background for program implementation in Gunung Kidul regency. This research  is  destinied  to  know  the  Family  Planning  program  implementation  in  Gunung  Kidul  regency  and  the  factors which influence the Family Planning  implementation program in Gunung Kidul regency.  Research  method  was  used  is  descriptive  research.  Research  sample  is  the  officer  of  Family  Planning  and   the  acceptor  of  Family  Planning.  The  data  is  gathered  through  observation,  questionnaire, interview and documentation studied. This interview is addressed to employee Agency of empowerment women, Society and Family Planning (BPPM and KB), the officer of PLKB and the society. The data was analyzed by descriptive analysis technique.  The  result  of  research  was  showed  that  is;  first  performance  is  seen  from  implementation  process  which  appears  from  effort  to  empower  the  society,  to  shore  the  partnership  in  escalation  of  prosperity,  raise  up  the  service  quality  of  Family  Planning  and  reproduction  health,  increase  the  promotion,  increase  the  effort  of  Family  Planning.  implementation  program  of  Family  Planning  in  Gunung  Kidul  regency  appears  from  mission  implementation  for  Family  Planning  which  comprise  (1)  decline on the average of growth the population about 1,14 % per year  where in Gunung Kidul regency  have been reached 0,95 %;  (2) Total Fertility Rate (TFR) becomes 1,4 below 2,2 per women; Decline the  presentation lush age partner which not serviced become 6 %; (3) Increasing the participation of Family  Planning becomes 4,5 %, (4) increasing the user of contraception effective and efficient, (5) increasing  first age at marriage the women becomes 21 years . In Gunung Kidul regency is 10 % who married on  ageless  than  16  years.  The  second,  the  factors  which  influence  the  program  of  Family  Planning  in  Gunung  Kidul  Regency  that  is  commitment  of  government,  administration  structure  of  government  related with regional autonomy, and involvement for social institute of society.  This research concludes that performance program of Family Plannig is influenced by a lot of  parties just like government, society, and LSM which work together. Implementation program of Family  Planning just not seen from the result as appear on success indicator program of Family Planning, but  also on the process how the government efforts the program of Family Planning is implemented. 

Kata Kunci : Implementasi, Program KB


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.