Laporkan Masalah

HAMBATAN TELEVISI KOMUNITAS (GRABAG TV) MEMBENTUK RUANG PUBLIK

BOBY AGUS YUSMIONO, Dr. M. Supraja, M.Si,

2012 | Tesis | S2 Sosiologi

Televisi komunitas muncul sebagai kekecewaan masyarakat terhadap siaran televisi. Siaran televisi nasional yang tidak menyuguhkan kehidupan nyata masyarakat, membuat masyarakat desa mendirikan televisi komunitas. Dengan keterbatasn yang ada, diharapkan televisi komunitas dapat menjadi pilihan bagi masyarakat. Namun perkembangannya selalu mengalami hambatan sehingga televisi komunitas masuk kedalam cekraman kapitalisme liberal. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil objek pada televisi komunitas (Grabag TV). Televisi komunitas (Grabag TV) adalah lembaga penyiaran komunitas sebagai organisasi independen, mandiri, tetapi perkembangannya selalu dihambat. Dengan mengankat permasalahan, yaitu Bagaimana televisi komunitas (Grabag TV) membentuk ruang publik ? Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, tepatnya dengan menggunakan studi kasus eksploratoris. Alasan mendasar mengambil metode penelitian kualitatif, untuk melihat segala bentuk kegiatan televisi komunitas (Grabag TV) dan menganalisanya dengan melihat televisi komunitas (Grabag TV) membentuk ruang publik. Dari penelitian lapangan yang dilakukan, melihat sejarah televisi komunitas (Grabag TV) dari mulai berdirinya sampai sekarang. Sekarang ini, televisi komunitas (Grabag TV) memiliki dua strategi agar bisa bertahan, yakni ; literasi media dan jasa audio visual. Dalam hal ini, televisi komunitas (Grabag TV) adalah pers Sosial Responsiblity “Tanggung Jawab Sosial” untuk menangkis liberalisasi (lebih tepatnya globalisasi). Tapi sayang, televisi komunitas (Grabag TV) dibungkam didalam kesunyian.

Community television appears as an expression of society to the broadcast of national television. The broadcast of national television that does not present the real life of society makes village society establishing community television. With its limitations, it is expected that community television can be an alternative for society. However, its development always faces constraints, making it trapped into the grip of liberal capitalism. and This study was conducted by taking object on community television. i.e. Grabag TV. The television station is a community broadcasting institution as an independent organization, but its development is always constrained. Purpose of this study is to find out the strategy of Grabag TV as a community television its constraints in making public sphere. This study was conducted by using a qualitative method, especially an exploratory case study. The study was conducted to analyze all the forms of activities carried out by Grabag TV as a community television and its constraints in making public sphere. Based on the analysis, it can be concluded that at present, Grabag TV as a community television has two strategies to survive, i.e. media literacy and visual audio services. In this case, Grabag TV as a community television is a press with the principle of social responsibility to repel liberalization, precisely globalization. Unfortunately, the development of community television such as Grabag TV is always constrained for institutionalization.

Kata Kunci : ,Televisi Komunitas (Grabag TV) Kapitalisme Liberal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.