Laporkan Masalah

AMERIKA SERIKAT SEBAGAI EXTERNAL ACTOR DALAM KONFLIK DAN PEACEBUILDING DI NIKARAGUA

Wahyu jatmiko, Ririn Tri Nurhayati, MA

2012 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Penelitian dalam Tesis ini dilakukan untuk menganalisa posisi Amerika Serikat (AS) sebagai external actor dalam konflik dan peacebuilding di Nikaragua pada masa pemerintahan Sandinista. Studi yang digunakan berupa library research. Melalui analisis dari berbagai buku, dokumen, jurnal, dan juga situs internet, penulis berargumen bahwa alasan AS menyerang Nikaragua karena merasa terancam dengan power struggle yang dilakukan Sandinista di Nikaragua, melalui doktrin Monroe-nya AS akan menganggap semua kekuatan asing yang hadir dan mengejar kepentingan di daratan Amerika menjadi ancaman bagi keamanan dan perdamaian AS. Proses transformasi Sandinista mulai dari hanya komunitas kecil di sebuah universtas hingga mampu menggulingkan rezim pemerintahan korup somoza merupakan sebuah proses power struggle. Dengan adanya bantuan persenjataan dan pelatihan militer dari Uni Soviet, Kuba dan negara-negara axis lainnya, sumber ancaman yang dirasakan AS semakin besar sehingga menimbulkan dilema keamanan. AS kemudian melakukan security struggle terhadap Nikaragua dengan mengeluarkan kebijakan luar negeri yang pada intinya bertujuan untuk menghilangkan ancaman tersebut. Kerugian yang diterima AS dalam perang Vietnam semakin membuat susah langkah pemerintah AS untuk menggelar perang terbuka di Nikaragua, yang tentu saja akan ditentang oleh mayoritas masyarakat AS. Melalui Presidennya pada masa itu Ronald Reagan, AS melancarkan strategi low intensity warfare, atau melakukan perang tidak langsung dengan mengintervensi konflik sipil antara Sandinista dan Contras. Hal ini juga menjawab pertanyaan mengapa AS yang notabene negara agresif tidak menggelar perang terbuka di Nikaragua. Tidak cukup sampai disitu, untuk memastikan Sandinista tidak berkuasa lagi AS juga mengintervensi proses peacebuilding di Nikaragua, melalui dua proses vital dalam pelaksanaan peacebuilding, yaitu liberalisasi politik dan ekonomi.

The purpose of this study is to analyze the position of the United States (US) as an external actor in the conflict and peacebuilding in Nicaragua during Sandinista government. This Study used a library research method, through analysis of various books, documents, journals, and internet sites. The Author argue that the reason US invaded Nicaragua because it feels threatened by the „power struggle‟ activities that Sandinista did. Through its Monroe Doctrine US will consider all of foreign forces which present and pursue it interest in the American Continent as a threat to US security and peace. Sandinista transform process start from only a small community in university, until able to overthrow the corrupt Somoza regime also known as power struggle. With help of weapon and military training from Soviet Union, Cuba and other Axis Countries, the source of threat perceived by US give the greater security dilemma. US then do a „security struggle‟ as a response against Nicaragua by issuing a foreign policy which basically aims to eliminate the threat. The Losses that suffered by US in the Vietnam war, makes it very difficult for the government to hold an open war in Nicaragua, which will off course be opposed by the whole nation. Through its president at that time Ronald Reagan, US launched a strategy of low intensity warfare, or indirectly war by intervene the civil war between Sandinistas and Contras. It also answers the question why the US is in fact, as an aggressive country did not hold an open war in Nicaragua. Not quite up there, to ensure that the Sandinistas no longer in power, US also intervene in the peacebuilding process ini Nicaragua, via two vital processes in the implementation of that peacebuilding, which are the political and economic liberalization.

Kata Kunci : Intervensi, Amerika Serikat, Nikaragua, Konflik, Peacebuilding


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.