Laporkan Masalah

Pelaksanaan Pengawasan Perlindungan Konsumen oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan terhadap Kasus Peredaran Obat, Makanan dan Minuman, Kosmetik dan Obat Tradisional Ilegal di Sumatera Barat (Studi Kasus Toko AMD Aziz)

Dwi Maryati, Dina W. Kariodimedjo, S.H, LL.M

2012 | Tesis | S2 Magister Hukum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang terhadap peredaran kosmetik ilegal dalam kasus Toko AMD Aziz; dan pelaksanaan fungsi dan peranan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang dalam melindungi konsumen terhadap peredaran obat, makanan dan minuman, kosmetik dan obat tradisonal ilegal, serta hambatan-hambatan yang dijumpai dan cara mengatasinya. Penelitian ini dilakukan dengan metode yuridis empiris dengan pendekatan beraturan perundangundangan, yaitu Undang-undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1175/MENKES/PER/VIII/2010 tentang Izin Produksi Kosmetik Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Nomor HK.00.05.4.1745 tentang Kosmetik. Penelitian ini dilaksanakan di BBPOM Padang dengan narasumber Kepala Seksi Penyidikan BBPOM Padang bapak Drs. Martin Suhendri, Apt.M.Farm, dan konsumen dari Toko AMD Aziz. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pengawasan oleh BBPOM Padang terhadap peredaran kosmetik ilegal dalam kasus Toko AMD Aziz dilakukan dalam rangka melindungi konsumen yaitu dalam bentuk pengawasan pre-market dan post-market, serta pelaksanaan fungsi dan peranan BBPOM sebagai bentuk pengawasan mutu, keamanan dan kemanfaatan produk, yang mana hambatan-hambatan yang dihadapi oleh BBPOM diatasi dengan cara lebih mengoptimalkan peranannya sebagai lembaga pengawas obat dan makanan di wilayah Sumatera Barat.

This study aims to determine the implementation of supervision by the Major Agency of Drug and Food Control (BBPOM) of Padang on the circulation of illegal cosmetics in the case of AMD Aziz store and the implementation of function and role of the Major Agency of Drug and Food Control (BBPOM) of Padang in protecting consumers against the circulation of illegal drugs, food and beverage, cosmetics and herbal medicine as well as to analyze the obstacles and the way to overcome them. The research was carried out in empirically juridical method with an approach of uniformly juridical legislation, namely code no. 8 of 1999 about consumer protection, the regulation of The Minister of Health of Republic of Indonesia no. 1175/MENKES/PER/VIII/2010 on cosmetics production permit and the decision of the Head of the Major Agency of Drug and Food Control (BBPOM) of Padang no HK.00.4.1745 on cosmetics. The research was conducted in BBPOM Padang by interviweing the Section Chief of BBPOM Padang Drs. Martin Suhendri, Apt.M.Farm and the customers of AMD Aziz store. The result of this study indicates that the implementation of supervision by BBPOM Padang on the circulation of illegal cosmetics in the case of AMD Aziz store was conducted in order to protect the consumers in the form of pre-market and post-market surveillance as well as the implementation of function and role of BBPOM in quality control, safety and product usefulness. The constraints faced by BBPOM were overcome by optimizing its role as food and drug regulator in the West Sumatera.

Kata Kunci : Perlindungan Konsumen, Ilegal, BBPOM


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.