Laporkan Masalah

SIMBOLISASI SARUNG SEBAGAI KOMUNIKASI KULTURAL MASYARAKAT MADURA

Humaini, Prof. Dr. Hartono

2012 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan Media

Penelitian dengan judul simbolisasi sarung sebagai komunikasi kultural masyarakat Madura ini mengulas bagaimana masyarakat Madura memosisikan sarung. Madura memiliki corak keragaman budaya yang unik, Masyarakat Madura dengan segala kekurangan dan kelebihannya seakan menjadi teks pembacaan oleh orang di luar Madura itu sendiri, sehingga melahirkan stereotype bahwa orang Madura identik dengan perilaku kasar, pemarah, suka carok, kurang ajar, ekstrovet serta tidak memperhatikan cara berpakaian. Tidak saja berkisar pada mental dan perilakunya, lebih dari itu, bagaimana kebudayaan yang melingkupi di Madura. Madura dikenal dengan pulau atau etnis yang memperhatikan nilai-nilai agama yang kuat., dikarenakan pemahaman agamanya yang kuat pula. Penelitian ini memang tidak difokuskan pada tema-tema seperti karakter dan paham keagamaan masyarakat Madura, tetapi lebih cenderung bagaimana dampak dari paham keagamaan terhadap pola dan cara berpakaian keseharian masyarakat Madura. Bicara masalah pakaian begitu penting melihat ideologi yang melatarbelakanginya. Dalam teori-teori fashion atau busana mengatakan bahwa pakaian adat merupakan bagian dari proses yang di dalamnya kelompok masyarakat membangun, mereproduksi posisi kekuasaan dan niat, atau pakaian bisa dirumuskan sebagai serangkaian keyakinan, nilai-nilai dan ide dari penggunanya. Jika demikian, mengapa masyarakat Madura memosisikan sarung sebagai pakaian budaya,karena adanya pemahaman agama yang latar belakang budaya yang melingkupinya. Penelitian tentang perilaku sosial ini menggunakan metode etnografi, dengan teknik wawancara dan melihat langsung peristiwa budaya dan perilaku keseharian yang terjadi pada masyarakat Madura. Bagaimana masyarakat Madura mengenakan sarung dan dalam kegiatan apa saja sarung melekat dalam keseharian masyarakat Madura. Hasil observasi penulis menunjukkan, bahwa tradisi mengenakan sarung memang kental di Madura, bahkan sarung ditemukan tidak saja dalam kegiatan ritual-ritual keagamaan, dalam kesehariannya pun masyarakat Madura mengenakan sarung. Semua karena didasarkan oleh paham agama yang kuat hasil konstruksi dari pesantren. Selain itu, mereka mengenakan sarung dikarenakan kebiasaan dari pesantren.

Research entitled gloves as a symbol of cultural communication is to review how the Madurese positioned sheath. Madura has a unique pattern of cultural diversity, community Madura with all the shortcomings and strengths as a text reading by people outside Madura itself, so that the Madurese birth stereotype synonymous with rude behavior, bad-tempered, like carok, brash, and did not pay attention ekstrovet how to dress. Not just revolve around mental and behavior, more than that, how the surrounding culture in Madura. Madura island known for its attention to ethnic or religious values are strong., Because a strong understanding of religion as well. The study did not focus on themes such as character and religious thought of the Madurese, but rather how the impact of religious thought patterns and how to dress everyday of the Madurese. Talk the clothing is so important to see the ideology behind it. In theories of fashion or the fashion to say that traditional clothing is part of the process in which groups of people construct reproduce positions of power and intentions, or clothing can be formulated as a set of beliefs, values and ideas from users. If so, why the Madurese culture positioned sheath as clothing, because of religious understanding the background of the surrounding culture. Research on social behavior is to use ethnographic methods, interviewing techniques and see firsthand the cultural events that occurred in the Madurese. How to wear a sarong and Madurese in any activity inherent in everyday society gloves Madura. Observations the authors point out, that the tradition of wearing a sarong is condensed in Madura, and even gloves were found not only in religious rituals, in their daily life and society put on gloves. Everything is as it is based by a strong understanding of the religion which the construction of boarding schools. In addition, they wear sarung because the habit of boarding.

Kata Kunci : sarung, stereotype, fashion, paham agama


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.