PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK DALAM RANGKA MENCEGAH DAN MENGAMANKAN DANA PIHAK KETIGA (DPK) TERHADAP KEJAHATAN BANK DI PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH PAPUA
Yuliana Dolfince Yembise, SH, Dr. Sulistiowati. S.H.M.Hum
2012 | Tesis | S2 Magister HukumPT. Bank Pembangunan Daerah Papua setiap tahun mengalami peningkatan dibidang perluasan jaringan maupun peningkatan status kantorkantor, guna peningkatan kualitas pelayanan kepada para nasabah. Namun disisi lain PT. Bank Pembangunan Daerah Papua sangat rentan terhadap pelanggaran/kejahatan. Demi terwujudnya pengendalian intern yang baik dan handal, diharapkan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) berperan aktif dalam rangka membantu semua tingkatan manajemen mencegah dan mengamankan kegiatan operasional bank yang melibatkan dana masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan fungsi audit intern bank dalam mengamankan dan melindungi simpanan masyarakat di PT. Bank Pembangunan Daerah Papua terhadap kejahatan bank dan tindak lanjut yang dilakukan manajemen terhadap temuan-temuan SKAI. Penelitian ini bersifat normatif-empiris, yakni suatu penelitian di bidang hukum yang mengkaji ketentuan hukum positif maupun azas-azas hukum serta kenyataan dalam praktik di lapangan. Penelitian ini didasarkan pada penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dan penelitian lapangan untuk memperoleh data primer dengan cara melakukan penelitian langsung kelapangan yang disesuaikan dengan permasalahan. Dalam pelaksanaan audit intern PT. BPD Papua, SKAI. menemukan berbagai pelanggaran dalam giro, tabungan dan deposito. Dalam audit giro ditemukan pelanggaran dalam penerapan giro online, penarikan cek tunai dan pengadministrasian rekening giro. Pada audit tabungan ditemukan perubahan specimen tanda tangan, pembukaan rekening tabungan tidak sesuai SOP dan dalam audit deposito ditemukan pengadministrasian dan pengelolaan deposito yang tidak sesuai SOP serta pemberian bunga deposito tidak sesuai dengan keputusan ALCO. Meskipun demikian, PT. BPD Papua masih mampu menyelamatkan dan mengamankan kekayaan DPK sebesar 56% dari 1894 pelanggaran, sementara 44% pelanggaran masih dalam proses tindak lanjut. Berdasarkan kondisi ini pelaksanaan audit intern SKAI pada PT Bank Pembangunan Daerah Papua dapat dikatakan belum efektif dan berpotensi menyebabkan terjadinya kejahatan bank. Hal ini disebabkan kurangnya kualitas dan kuantitas kompetensi SDM SKAI, belum dilaksanakannya audit berbasis resiko pada semua kantor cabang bank, auditor hanya mempertimbangkan bankbank yang memiliki jangkauan operasional luas atau memiliki potensi resiko tinggi, selain itu manajemen belum menganggap SKAI sebagai alat untuk mencapai tujuan terapi masih melihat SKAI sebagai polisi yang mencari kelemahan manajemen
PT. Bank Pembangunan Daerah Papua has increased on field of network expansion and offices status each year, in order to improve the service quality to its customers. In another hand, PT. Bank Pembangunan Daerah Papua are vulnerable to violations/crimes. For realization a good and reliable internal control, it is expected the Internal Audit Work Unit (SKAI) has an active role to help all management levels preventing and securing activity of bank operations involving the large public funds. This research aims to find out how implementation of internal audit function of the bank in securing and protecting public deposits in PT. Bank Pembangunan Daerah Papua to the bank crime and follow-up performed by management to the findings of Internal Audit Work Unit. This research is normative-empirical, ie, a research in the field of law studied the provisions of positive law and the law principles and the fact in practice in the field. This research based on the literature research and field research. The literature research is carried out to obtain secondary data and the field research to obtain primary data by conducting direct research that suitable to the problem. In the implementation of internal audit PT. BPD Papua, SKAI. found various violations in giro, savings and deposits. In giro audit was found violations in the implementation of giro online, cash withdrawals and administration of giro account. In savings audit was found signature specimen changes, opening a savings account does not match to SOP and in deposits audit found administration and management of deposits did not match to SOP and the provision of deposit rates are not in accordance with the ALCO decision. Nevertheless, PT. Papua BPD is still able to save and secure the wealth of DPK about 56% from 1894 violations, while 44% violations are still in follow-up process. Under these conditions the implementation of internal audit of SKAI PT Bank Pembangunan Daerah Papua have not effective and could potentially result in bank crimes. This is due to a lack of competence in quality and quantity of SKAI human resources, risk-based audit has not been implemented at all bank branches, the auditor considers only the banks that have wide range of operations or have high risk potential, in addition that management has not considered SKAI as a means to reach the objective, management is still seen SKAI as the police which are looking for the management weaknesses
Kata Kunci : Audit Intern Bank, Satuan Kerja Audit Internal (SKAI), Dana Pihak Ketiga (DPK) Kejahatan Bank, PT. BPD Papua.