PENDIDIKAN KOLONIAL DI MALUKU UTARA 1900-1942
HAIRUDIN AMIR, Dr. Sri Margana M. Phil.
2012 | Tesis | S2 SejarahTujuan dari penelitian ini adalah untuk Pada awal abad ke 20 pemerintah Kolonial mulai menerapkan Politik Etis, yang bertujuan untuk mengembangkan pendidikan di Hindia Belanda tidak terkecuali di Maluku Utara.Pengembangan pendidikan kolonial itu tidak terlepas dari tujuannya untuk mencari pegawai-pegawai dengan gaji yang rendah di wilayah Maluku Utara. menjelaskan kecenderungan masyarakat Maluku Utara dalam merespon sistem pendidikan yang di terapkan oleh pemerintah kolonial Belanda maupun pihak swasta, perkembagan pendidikan yang dijalankan oleh pemerintah kolonial dan pihak swasta di Maluku Utara danmenelaah pelaku-pelaku yang berpengaruh dalam mengembangkan pendidikan modern di Maluku Utara. buku, jurnal, majalah, dan Kajian ini memaparkan tentang perkembangan pendidikan yang di jalankan oleh pemerintah kolonial dan pihak swasta (Zending dan organisai-organisasi Islam) di Maluku Utara pada tahun 1900-1942. Uraian tentang perkembangan pendidikan Pemerintah kolonial dan swasta di Maluku Utara membuka sisi lain dari sejarah Maluku Utara, dimana pendidikan Kolonial dan pendidikan swasta merupakan mata rantai yang saling berhubungan. Sumber sejarah yang digunakan dalam studi ini adalah sumber tertulis seperti arsip, karya akademik lain yang diperoleh dari ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia), Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Sono Budoyo Yogyakarta, Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya UGM, Perpustakaan Pusat UGM, Perpustakaan Kolese Ignatius Yogyakarta dan Perpustakaan Daerah Maluku Utara. Studi ini menyimpulkan bahwa pendidikan yang dijalankan oleh pemerintah kolonial pada awal abad ke-20 di Maluku Utara mendapat respon positif dari masyarakat, namun adanya sistem pendidikan berdasarkan pada golongan dan garis warna yang diterapkan oleh Pemerintah Kolonial menjadi faktor penghambat perkembangan pendidikan kolonial di Maluku Utara. Masyarakat Maluku Utara cenderung memilih pendidikan swasta yang dijalankan oleh pihak Zending dan organisasi-organisasi Islam.Dari sistem pendidikan yang di berikan oleh pemerintah kolonial dan swasta ini pula menjadi sumber perlawanan masyarkat Maluku Utara.
In the early of 20 th century, colonial government began to implement the ethical policy, which aims to develop education in the Netherlands Indies by no exception in North Maluku. The development of colonial education was not separated from the purpose to find employees out with low salaries in the region of North Maluku. The purpose of this study was to describe the tendency of the people of North Maluku in response to the system and educational development held by the Dutch colonial government and private sector, and to examine the influential actors in the development of modern education in North Maluku. This study describes the development of education held by the colonial government and the private sector (Zending and Islamic organizations) in North Maluku at 1900-1942. A description about the development of the colonial government and private education in North Maluku to open the other side of the history of North Maluku, where the colonial education and private education to be an interconnected chain. Historical sources used in this study was written sources such as archives, books, journals, magazines, and other academic work which is obtained from the ANRI (National Archives of the Republic of Indonesia), the National Library, the SonoBudoyo Library Yogyakarta, Faculty of Humanities Library at GadjahMada University, Central Library at GadjahMada University, Yogyakarta Ignatius college Library and Regional Library of North Maluku. The study concludes that education that held by the colonial government at the beginning of the 20 th century in North Maluku received a positive response from the community, but the educational system based on class and colors lines imposed by the colonial government to be a factor inhibiting the development of colonial education in North Maluku. The people of North Maluku tend to choose private educatioan held by the Zending and Islamic organizations. The educational system which is given by the colonial government and the private sector was also a source of resistance community in North Maluku.
Kata Kunci : sistem pendidikan, zending, perubahan, sistem sosial