Laporkan Masalah

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA INFEKSI KAKI DIABETIK (STUDI KASUS RAWAT JALAN DI POLIKLINIK ENDOKRINOLOGI RSUP Dr SARDJITO YOGYAKARTA)

NINISITA SRI HADI, Prof. Dr. Djoko Wahyono, SU, Apt

2012 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik

Kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronik pada penyandang Diabetes melitus (DM). Seiring dengan meningkatnya jumlah penyandang DM, maka prevalensi kaki diabetik diperkirakan akan meningkat juga. Manifestasi dari kaki diabetik berupa ulkus, infeksi, ganggren dan artropi charcot. Lima puluh persen penyandang ulkus akan berkembang menjadi infeksi dan bila infeksi tidak tertangani dengan segera dan tepat maka akan menyebabkan tindakan amputasi. Hal terpenting dalam terapi infeksi adalah pemilihan antibiotika yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotika, kesesuaian dengan guideline dan hasil kultur pus, efektivitas terapi dan keamanan obat pada infeksi kaki diabetik di Poliklinik Endokrinologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian observasional dengan pengambilan data secara prospektif pada penyandang infeksi kaki diabetik di Poliklinik Endokrinologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama bulan November 2011 – Januari 2012. Pengambilan data meliputi data karakteristik subyek, pola penggunaan antibiotika dan obat lain, tanda – tanda infeksi secara visual dan data laboratorium. Dilakukan analisa deskriptif terhadap karakteristik subyek, pola penggunaan antibiotika, kesesuaian penggunaan antibiotika berdasarkan guideline dan hasil kultur pus, keamanan obat. Pola penggunaan antibiotika terbanyak yaitu pola terapi tunggal (68,9%), dengan antibiotika terbanyak adalah cefadroxil (43,3%) dan ciprofloxacin (36,7%). Persentase ketidaksesuaian terhadap guideline atau hasil kultur pus 31%, efektivitas penggunaan antibiotika 84,4% dan 5,7% terdapat interaksi yang potensial terjadi antara antibiotika dengan obat lain.

Diabetic foot is common foot problems in persons with diabetes mellitus. It is ABSTRACT suggested that the prevalence of diabetic food cases increase along with the growing number of patients with diabetes mellitus. Diabetic foot commonly appears with manifestation of ulcers, infection, gangrene and Charcoat atrophy. Infection occurs in fifty percent of diabetic foot with ulcers that could lead to amputation if it is not immediately and appropriately treated. Proper antibiotics treatment prevents diabetic foot patient from amputation. This study aimed to understand the pattern of antibiotics usage amongst diabetic foot patients. The appropriateness of antibiotics therapy against current guideline was studied and compared with culture and sensitivity test results. Effectiveness of therapy and patient’s safety was then evaluated. Prospective cohort approach was used to this study. Data of diabetic foot patients was collected during November 2011 – January 2012 at Endocrinology Clinic of Sardjito Hospital. Collected variables included subject characteristics, antibiotics and other medication treatments, visual sign of diabetic foot infection and laboratory test results. Descriptive analysis was then conducted toward all variables. Majority of subjects obtain single therapy of antibiotic when diagnosed with diabetic foot infection (68,9%), where cefadroxil (43,3%) and ciprofloxacin (36,7%) are amongst the most prescribed. About 31% of antibiotics therapy was not appropriate with existing guideline. Culture and sensitivity tests strengthen this inappropriateness. It was found that 84.4% of antibiotics therapy was effective. However, there were 5,7% of antibiotic orders that potentially interact negatively with other medication during therapy.

Kata Kunci : infeksi kaki diabetik, antibiotika, kesesuaian, efektivitas, keamanan obat.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.