PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA DITINJAU DARI VARIABILITAS BUDAYA ( STUDI TENTANG PARTISIPASI MASYARAKAT DAN VARIABILITAS BUDAYA SUKU TIMOR DAN SUKU ROTE DALAM PELAKSANAAN ADD 2009-2010 DI KECAMATAN FATULEU BARAT, KABUPATEN KUPANG )
Maxianus Ndolu Eoh, Dr.Phil. Hermin Indah Wahyuni, M.Si
2012 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui variabilitas budaya Suku Timor dan Suku Rote (2) mengetahui pengaruh variabilitas budaya pada tingkat partisipasi Suku Timor dan Suku Rote dalam pelaksanaan ADD di Kecamatan Fateleu Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data purposive sampling dengan informan yang diwawancarai sebanyak 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varibilitas budaya pada Suku Timor memiliki kecendrungan kelompok dengan karakteristik dimensi budaya; jarak kekuasaan tinggi, penghindaran ketidakpastian tinggi, maskulin, kolektivistik. Sedangkan Suku Rote memiliki kecendrungan karakteristik dimensi budaya; jarak kekuasaan rendah, penghindaran ketidakpastian tinggi, maskulin, kolektif. Temuan penelitian juga menunjukkan variabilitas budaya Suku Timor dan Suku Rote berperan dalam pelemahan-penguatan partisipasi pada pelaksanaan ADD. Suku Timor dengan karakteristik jarak kekuasaan tinggi berdampak pada tingginya intensitas kehadiran dalam proses perencanaan, sedangkan intensitas penyampaian gagasan, saran rendah. Kondisi ini juga berlansung dalam pelaksanaan pekerjaan, intensitas keterlibatan kelompok Suku Timor dikategorikan tinggi. Karakteristik penghindaran ketidakpastian tinggi, dimana penjabaran aturan ketat berpengaruh pada keterlibatan kelompok dalam pelaksanaan kegiatan. Kecendrungan Suku Timor dengan karakteristik kolektivistik turut memberikan pengaruh dalam partisipasi. Namun demikian aspek kultural yang mengatur peran perempuan sangat berpengaruh pada proses perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan. Kondisi kentalnya budaya maskulin menyebabkan perempuan enggan untuk terlibat dalam kegiatan di desa. Walaupun sesuai temuan yang ada mulai terjadi beberapa pergeseran terhadap peran perempuan. Kenyataan ini sedikit berbeda yang berlansung pada Suku Rote. Jarak kekuasaan rendah merupakan kecendrungan karakteristik Suku Rote berpengaruh pada tingkat kehadiran masyarakat dalam perencanaan, maupun pelaksanaan kegiatan. Sedangkan dengan potensi jarak kekuasaan rendah memberikan pengaruh positif dalam proses penyampaian ide, gagasan dalam perencaanan, karena elit tidak dominan. Karakteristik penghindaran ketidakpastian tinggi, dimana penjabaran aturan ketat hanya berlansung dalam aktivitas adat, sedangkan aktivitas yang lain tidak berpengaruh. Begitu juga karakteristik kolektivistik yang berlansung pada Suku Rote tidak berdampak pada penjabaran ADD, namun hanya berdampak pada aktivitas adat. Budaya maskulin merupakan karakteristik yang melekat pada Suku Rote turut memberikan pengaruh pada partisipasi dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan. Konstruksi kultural ini berdampak pada rendahnya keterlibatan perempuan dalam kegiatan di desa. Temuan penelitian juga menunjukkan dalam kegiatan evaluasi dimensi budaya tidak berpengaruh.
The purpose of this research is (1) to identify the cultural variability of the Timor and the Rote (2) to identify the influences of cultural variabilityat the participation level of the Timor and the Rote in implementing ADD in West Fatelu, the district of Kupang. Qualitative method used in this research is accompanied by descriptive approach. Data were obtained with purposive sampling technique and the informants interviewed amounted to 20 persons. The results of research showed that cultural variability of the Timor had a groupingtendency of cultural dimension characteristics i.e.: high power distance, high uncertainty avoiding, masculine, and collectivistic. While the Rote had a tendency of cultural dimension characteristic i.e.: low power distance, high uncertainty avoiding, masculine, and collectivistic. The results also showed that the Timor and the Rote played a part in weakening and strengthening participation in the implementation of ADD. The Timor and their characteristic of high power distance had an inclination toward the high intensity of presence in the process of planning, whereas the intensity of the submission of ideas and suggestion was low. This condition also took place during the implementation of work. The involvement intensity of the Timor group was categorized as high. The characteristic of uncertainty avoiding was high in which the elaboration of strict rules had an influence on the involvement of the group in activity implementation. The predisposition of the Timor with their collectivist characteristic took part in influencing participation. Nevertheless the cultural aspects regulating the role of woman had great influence on the planning process and the activity implementation. The culture of masculinity which was still deep rooted caused woman reluctant to engage in the village activities.Although according to some new findings there had been some shifts in the role of women. This fact was rather different with what had been going on to the Rote. Low power distance which was the characteristic tendency of the Rote had some influences on the level of presence of community in planning and implementing activities.The low potency of power distance, however had given the positive influence on the submission of ideas and ideas in planningbecause of the non-dominating elites.The characteristic of high uncertainty avoiding tended to promote the elaboration of strict rules which were applied only in the custom activity, while it had no influence on other activities. The characteristic of collectivistic attached to the Rote also had not any influences on theelaboration of ADD, but it only had an impact on the activity of custom. The culture of masculinity was characteristic attaching to the Rotetook part in giving influences on participation in planning and implementing activities. This cultural construction had an impact on the low level of women involvement in rural activities.The research findings also showed that in the evaluation activity the cultural dimension had no influences.
Kata Kunci : Variabilitas budaya; ADD, Partisipasi masyarakat