Laporkan Masalah

PENATAAN KORIDOR URIP SUMOHARJO YOGYAKARTA BERDASARKAN KONDISI KENYAMANAN TERMAL DAN KUALITAS UDARA BAGI PEJALAN KAKI

ASRI A. MUHAMMAD, Dr. Ir. Arif Kusumawanto, MT.

2012 | Tesis | S2 Desain Kawasan Binaan

Pesatnya pembangunan suatu kota mengakibatkan meningkatnya suhu udara di kota tersebut. Kondisi ini biasa dikenal sebagai efek Urban Heat Island. Hal ini berdampak pada aktivitas yang terjadi di ruang kota. Koridor (salah satu ruang kota) Urip Sumoharjo merupakan koridor komersial yang ramai dikunjungi. Terkait dengan hal tersebut kenyamanan menjadi suatu hal yang penting dan tersedia bagi pengguna. Salah satu kenyamanan tersebut adalah kenyamanan termal. Kenyamanan termal berpengaruh terhadap kondisi psikologis pengguna dalam beraktifitas, jika kenyamanan termalnya terpenuhi maka akan berdampak pada lamanya waktu pengguna untuk berada di koridor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suatu tatanan ruang yang nyaman dari aspek termalnya. Metode yang digunakan adalah metode simulasi menggunakan software Envi-MET 3.1 dan pengukuran empirik. Metode ini digunakan mensimulasi kondisi awal dan kondisi ideal (variabel). Yang kemudian hasilnya digunakan sebagai dasar arahan penataan pada koridor Urip Sumoharjo. Hasil penelitian secara umum menyatakan bahwa kenyamanan termal di koridor Urip Sumoharjo masih tergolong panas (tidak nyaman). Selain itu konfigurasi ruang koridor (timur-barat) yang ada cenderung menghambat gerak angin (utara-selatan) yang berimbas pada polusi ruang jalan. Rekomendasi yang dihasilkan penelitian ini untuk menata koridor berdasarkan kenyamanan termal tanpa menghilangkan fungsinya sebagai ruang kota dan tanpa menghilangkan kontinuitas pejalan kaki.

The rapid development of a city caused the increasing temperature in that city. This condition usually known as the effect of Urban Heat Island. This circumstance impact to the activity in urban space (public). Street (one of urban space) Urip Sumoharjo is a commercial street which crowded to visit. Concerned with that the pleasure become an important thing and it must be available for the user. One of the pleasure is about thermal. Thermal pleasure affected to the psychological condition of user in doing activity. If the thermal pleasure was fulfilled so that it will has impact to how long the user be in the street. This research aimed to get a comfortable space order from thermal aspect. The method used is simulation method that using software Envi-MET 3.1 and empiric survey. This method used to stimulate the existing and ideal condition (variable). Then the result used as basic design guidelines at Urip Sumoharjo street. Generally result of the research explain that street of Urip Sumoharjo did not has quality of thermal which can fulfill standard of pleasure for pedestrian. Beside that the configuration of street (east-west) tend to hampered the wind movement (north-south) that create pollution. Recommendation of the result of this research is to arrange street based on the thermal pleasure without making the function disappear as urban space and the continuity of pedestrian.

Kata Kunci : koridor (street), kenyamanan termal, air quality, pejalan kaki.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.