Implementasi Programa Pemberdayaan Minapolitan Di Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat
RONY SALENUSSA, S.Pi, Dr. Agus Pramusinto
2012 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikBerdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No.KEP.32/MEN/2009 serta Keputusan Bupati Seram Bagian Barat Nomor 523.32.659 Tahun 2010, wilayah pesisir Teluk Kotania ditetapkan sebagai lokasi Program Minapolitan. Penetapan lokasi tersebut berdasarkan pada kesesuaian kondisi geografis dan potensi yang dimiliki sebagai prasyarat pelaksanaan Program Minapolitan. Program Minapolitan dilaksanakan di Desa Piru, tepatnya di Dusun Pulau Osi, Kotania, Wael, Airpesi dan Taman Jaya. Di lokasi tersebut areal budidaya rumput laut ini tampak mencolok di sepanjang Teluk Kotania. Bertolak dari hal di atas maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisa persoalan implementasi Program Minapolitan di Teluk Kotania Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian juga ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Program Minapolitan, sehingga dipilih pendekatan deskriptif kualitatif. Implementasi Program Minapolitan belum berjalan dengan baik karena adanya berbagai kendala diantaranya tidak tepatnya kelompok sasaran, kurangnya komunikasi antar aparat, kegiatan monitoring yang tidak dilakukan secara berkala, kurangnya sosialisasi dan pemahaman masyarakat yang kurang tentang Program Minapolitan. Kondisi diatas menyebabkan respon masyarakat tidak maksimal terhadap pelaksanaan program. Untuk itu pemerintah kabupaten perlu melakukan hal-hal sebagai berikut: monitoring rutin, verifikasi ulang penerima bantuan, sosialisasi dan koordinasi rutin antar aparat dan masyarakat, legislasi peraturan pelaksanaan Program Minapolitan serta menindak tegas setiap pelanggaran yang berkenaan dengan penyaluran bantuan.
Based on the Minister of Maritime Affairs and Fisheries No.KEP.32/MEN/2009 and West Seram District Decree No. 523.32.659 in 2010, the bay coastal area designated as a site of Kotania Minapolitan Program. Determination of suitability of location is based on the geographical condition and its potential as a prerequisite for the implementation of the Minapolitan Program. Minapolitan Program is implemented in the village of Piru, precisely in the village of Osi Island, Kotania, Wael, Airpesi and Taman Jaya. In this area the cultivation of seaweed stood along the Kotania Bay. Departing from the above, this study aims to analyze the implementation issues of the Minapolitan Program in Kotania Bay West Seram district. The study also wanted to know the factors that affect the implementation of the Minapolitan Program, so that a qualitative descriptive approach was chosen. Implementation of Minapolitan Program is not run well because of various obstacles such as the target group unfit, the lack of communication between authorities, monitoring activities that are not performed regularly, lack of socialization and a lack of public understanding of Minapolitan Program. The above condition is causing the maximal response to the implementation of the program could not be reach. For that the government district need to do the following: routine monitoring, re-verification of beneficiaries, socialization and regular coordination between the authorities and society, legislation and implementing regulations of Minapolitan Program and action against any violation with respect to distribution of the aid.
Kata Kunci : implementasi Program Minapolitan, faktor-faktor yang mempengaruhi