Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Bidang Pendidikan, Studi Kearifan Lokal Budaya Pesta Sekolah Di Desa Gunung-Kecamatan Kota Komba-Kabupaten Manggarai Timur-NTTâ€
Simplisius Yovan, S.Fil, Dr. Agus Pramusinto
2012 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikSeluruh proses penelitian ini membahas tentang kearifan lokal budaya pesta sekolah. Budaya pesta sekolah merupakan partisipasi masyarakat melalui sumbangan sukarela baik moril maupun materil untuk meringankan beban biaya pendidikan khususnya pada tingkat perguruan tinggi. Namun hingga tahun 2010 hanya 1% atau 46 orang dari total 3311 jiwa penduduk desa Gunung yang berhasil masuk ke perguruan tinggi. Maka tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui mengapa partisipasi masyarakat melalui kearifan lokal pesta sekolah tidak mampu mendorong pelajar di desa Gunung untuk masuk di perguruan tinggi? Teori yang didalami ialah tentang kearifan lokal dan tahapan partisipasi. Kearifan lokal merupakan kumpulan pengetahuan yang digunakan sebagai strategi bagi kebertahanan hidup masyarakat yang memiliki karakter tertentu yang diwujudkan dalam bentuk nilai, norma, kepercayaan dan etika. Sedangkan konsep tahapan partisipasi mendalami analisis terhadap masalah, potensi dan kendala yang dihadapi, kepentingan (kebutuhan) masyarakat yang kemudian dirancang dalam sebuah program untuk diimplementasikan. Lokasi penelitian terletak di desa Gunung- Kabupaten Manggarai Timur-NTT dan metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif untuk mengetahui sejauhmana peran pesta sekolah dalam bidang pendidikan. Data-data kemudian didalami lewat wawancara, observasi dan pengumpulan data sekunder untuk kemudian dianalisis hingga mencapai kesimpulan yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah utama yang menyebabkan kearifan lokal budaya pesta sekolah tidak efektif mendorong pelajar desa Gunung masuk ke perguruan tinggi yaitu “ketidakadilan di mana budaya pesta sekolah hanya memberi keuntungan bagi kelompok masyarakat mampuâ€. Masalah utama di atas disebabkan karena beberapa faktor: Pertama, tingginya faktor kemiskinan dengan perbandingan 78% keluarga miskin dan 22% keluarga mampu tahun 2010 yang membuat kemampuan orang tua untuk membiayai pendidikan dominan hanya sampai pada tingkat SD. Kedua, rendahnya mutu sumber daya manusia dengan porsentase: prasekolah dan tidak tamat SD mencapai 77%, tamat SD 16%, tamat SLTP 4%, tamat SMU/kejuruan 2% dan perguruan tinggi 1% dari total penduduk 3311 pertahun 2010. Rekomendasi penelitian ini adalah pertama, pengembangan arisan pesta sekolah merupakan sebuah alternatif untuk memperkuat pesta sekolah. Kedua, perlunya intervensi pemerintah malakukan perbaikan sarana taransportasi dan pendidikan untuk mengurangi masalah kemiskinan.
The whole research process is about the indigenous culture of the pesta sekolah. Pesta sekolah culture is community participation through voluntary contributions both morally and materially to lighten the burden of the cost of education, especially at the college level. But by 2010 only 1% or 46 people from a total of 3311 villagers of Gunung village who managed to get into college. So the aim of this thesis is to know why the community participation through local wisdom pesta sekolah are not able to push the in the village of Gunung students to enter college? The issue above be explored with local knowledge and theories about the stages of participation. Local knowledge is a collection of knowledge as a strategy for the survival of people who have certain characters with realized in the form of values, norms, beliefs and ethics. While the concept stage of the participation of deep analysis of the problems, potentials and constraints encountered, the interests (needs) that were then designed in a program to implement. Research sites located in the village of Gunung-East Manggarai-NTT and the method used is a qualitative approach to determine the extent of the role of pesta sekolah in education problem. The data then be explored through interviews, observation and secondary data collection to then be analyzed to reach an accurate conclusion. The results showed that the main problem that causes local wisdom culture pesta sekolah ineffective in Gunung Village encourages students get into college is \"cultural injustice where the culture pesta sekolah is only a benefit for the rich community group\". The main problem above is caused due to several factors: First, the high poverty factor by the ratio of 78% and 22% of poor families in 2010 that families are able to make the parents' ability to finance education dominant only at the elementary level. Second, the low quality of human resources with porsentase: preschool and did not complete elementary school reached 77%, 16% finished elementary school, junior high school graduation 4%, graduated from senior high school/vocational colleges 2% and 1% of the total population of 3311 in 2010. The first recommendation on this study is the development of social arisan pesta sekolah as an alternative for strengthening pesta sekolah. Secondly, the need for government intervention to repair facilities of education to reduce poverty problem.
Kata Kunci : Partisipasi, Kearifan Lokal, Masyarakat Lokal, Ketidakadilan, Pendidikan, Intervensi, Kemiskinan.